Thursday, November 20, 2014

Tugas 2 Teori Organisasi Umum

Tipe / Bentuk Organisasi

Macam-macam Organisasi

A.      ORGANISASI NIAGA

Organisasi Niaga Adalah Suatu organisasi yang sifatnya untuk mencapai suatu keuntungan. Organisasi ini sering kita temui dalam kehidupan yang berbasis globalisasi saat ini, dengan faktor ekonomi yang semakin berkembang menjadikan Organisasi Niaga semakin pesat pula. Adapun Macam-Macam Organisasi Niaga Antara Lain:
1.    Perseroan Terbatas (PT)
2.    Perseroan Komanditer (CV)
3.    Firma (FA)
4.    Koperasi
5.    Join Ventura
6.    Trust
7.    Kartel
8.    Holding Company 

B.      ORGANISASI SOSIAL

Organisasi Sosial merupakan organisasi yang dibentuk oleh masyarakat. Organisasi ini biasanya mempunyai tujuan untuk kepentingan sosial seperti perkumpulan untuk mendapatkan suatu ilmu, kebutuhan rohani, maupun tujuan bagi kepentingan sosial atau bersama. Karena itu Organisasi Sosial dapat diartikan sebagai Organisasi Kemasyaratakan karena tujuan nya hanya untuk kepentingan bersama. 
Jalur Pembentukan Organisasi Sosial:
a.Jalur Keagamaan. contoh: Organisasi majelis Ta’lim masjid
b.Jalur Profesi. contoh : Kelompok belajar kampus
c.Jalur Kepemudaan. contoh : Karang Taruna antar warga
d.Jalur Kemahasiswaan. Contoh : BEM kampus
e.Jalur Kepartaian & Kekaryaan. contoh : Kampanye

C.      ORGANISASI REGIONAL

Organisasi Regional merupakan organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja. 
Sebagai contoh: ASEAN (Association of Southeast Asian Nations = Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) ( Dibentuk 8 Agustus 1967, memiliki 10 negara anggota, Timor Leste dan Papua new Guinea hanya sebagai pemantau, dan masih mempertimbangkan akan menjadi anggota)

D.     ORGANISASI INTERNASIONAL

Organisasi Internasional merupakan Organisasi yang anggota-anggotanya meliputi negara di dunia. Sebagai contoh : PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)

Tipe Organisasi 

Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.


Organisasi Formal

Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).


Organisasi informal

Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
  • Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
  • Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.

Bentuk Organisasi

Tipe organisasi ada 4 macam yaitu :
1.    Tipe organisasi garis atau line yaitu bentuk / struktur organisasi yang paling tua dan paling sederhana diciptakan oleh Henry Fayol.
Ciri-ciri tipe organisasi garis ini adalah
  •  Organisasi masih kecil
  •  Jumlah karyawan sedikit
  • Spesialisasi kerja masih kecil
Keuntungannya adalah :
  • Mudah dimengerti dan dilaksanakan
  • Ada bagian kekuasaan dan tanggung jawab yang jelas
  • Merupakan jenis organisasi yang stabil
  • Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat
  •  Solidaritas karyawan yang tinggi karenan saling mengenal
Kerugiannya adalah :
  •  Seluruh orang terlalu bergantung pada satu orang
  • Bersifat otokratis dan dapat menjadi diktatoris
  • Kesempatan karyawan untuk berkembang sangat terbatas
  • Sulit dilaksanakan dalam suatu organisasi yang besar

2.    Tipe organisasi Fungsional
Tipe ini diciptakan oleh F.W.Taylor . Dalam tipe ini ada pimpinan yang mempunyai bawahan yang jelas sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
Keuntungan Tipe ini adalah :
  • Dapat diperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari para ahli
  • Ada koordinasi yang baik
  • Memudahkan dalam pengawasan 
Kerugian tipe ini adalah :
  • Banyak mengeluarkan biaya tambahan
  • Kekembaran kekuasaan dapat menimbulkan perselisihan / konflik
  • Pandangan para pekerja yang merasa terlalu banyak atasan.

3.    Tipe organisasi Garis dan Staf
Tipe ini merupakan gabungan dari tipe garis dan fungsional, sehingga menyebar struktur orgasnisasi tersebut.

4.    Tipe Organisasi Fungsional dan Staf
Tipe ini adalah perpaduan antara tipe orrganisasi garis, fungsional dan staf.

Sumber : http://yohanrich.blogspot.com/2010/10/macam-macam-tipe-dan-bentuk-organisasi.html


Rentang Kendali (Span of Control)


Rentang Kendali (Span of Control) Adalah batas jumlah bawahan langsung yang dapat dipimpin dan dikendalikan secara effektif oleh seorang manager.



Sumber : http://jaenamuhamad.blogspot.com/2012/11/rentang-kendalispan-of-control-dengan.html


Struktur Organisasi PT. Pos Indonesia(PERSERO)


Tipe Organisasi PT. Pos Indonesia Persero adalah Organisasi mekanistik.

Ciri organisasi mekanistik (Hasanbasri, n.d.):

a.      Atasan mempunyai wewenang memerintah bawahan.
  • Atasan bisa pemilik. Setiap yang ada di atas bisa disebut atasan, yang mempunyai kewenangan terhadap bawahan. Setiap yang di bawah disebut bawahan.
  • Bawahan adalah pelaksana tugas dari atasan.
  • Atasan berwenang untuk meminta bawahan melakukan sesuatu tugas. Anak buah mempunyai tingkatan. Jika karir meningkat bisa menjadi atasan. Petugas yang di bawah berurusan dengan klien.

b.      Tugas spesifik, ada SOP
Yang terbawah sebagai pekerja. Mereka tidak perlu banyak berpikir karena ada tugas yang jelas dari atasan. Kerja dibatasi tugas yang sudah digariskan. Kegiatannya terotomatisasi. Bawahan jarang mengubah pelayanan. Permintaan klien dikelola melalui keputusan atasan.
c.       Layanan sudah terstandar (sesuai SOP)
Klien memperoleh paket layanan yang terstandard. Biasanya untuk menekankan efisiensi, menggunakan penyamaan atau standarisasi layanan.
d.      Gaji yang diperoleh sesuai posisi dalam hirarki.

Analisis dan diagnosis organisasi

Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor dengan sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threaths). Kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman merupakan faktor-faktor strategis perusahaan yang perlu dianalisis dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut analisis situasi menggunakan model analisis SWOT (Rangkuti, 2006).
PT Pos Indonesia (Persero) mempunyai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman sebagai berikut:

  •  Kekuatan PT Pos Indonesia (Persero).
Pos Indonesia kini mampu menunjukkan kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan insfrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos Indonesia memiliki 3.700 Kantorpos online, dilengkapi elektronic mobile pos di beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung dengan solid dan terintegrasi. Sistem Kode Pos dibuat untuk mempermudah processing kiriman pos, sehingga tiap daerah di Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat. Untuk meningkatkan kinerja, PT Pos Indonesia (Persero) menerapkan Good Corporate Governance (GCG). PT Pos Indonesia (Persero) mempunyai banyak produk dan layanan pelanggan (PT Pos Indonesia (Persero), 2012).
PT Pos Indonesia mempunyai sejarah dan peran yang baik, membuat PT Pos Indonesia menjadi perusahaan yang banyak dikenal oleh masyarakat. PT Pos Indonesia mempunyai armada, karyawan dan staff yang berpengalaman (Aji, 2009).
  • Kelemahan. Terlalu banyak istilah baru (Aji, 2009).
  • Peluang. PT Pos Indonesia memungkinkan untuk menjadi ujung tombak pembinaan dan pendampingan UMKM dan Koperasi tingkat Kecamatan. Wasantara yang telah dipunyai membuat PT Pos Indonesia memungkinkan untuk menyediakan jasa perdagangan elektronik untuk UMKM dan Koperasi binaannya. Produk jasa pengantaran barang yang telah dipunyai membuat PT Pos Indonesia memungkinkan untuk menjadi penjamin bagi pembeli dalam transaksi elektronik terhadap barang-barang yang telah dibelinya. Produk wesel, giro, dan tabanas yang telah dipunyai membuat PT Pos Indonesia memungkinkan untuk menjadi penjamin bagi penjual dalam transaksi elektronik terhadap uang pembayaran dari hasil jualannya (Aji, 2009).
  • Ancaman. Banyak pesaing dalam usahanya.


No comments:

Post a Comment