Friday, June 19, 2015

BEKERJA SAMA DALAM KELOMPOK



Pengertian Kelompok

Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi.

Karakteristik Kelompok

Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal maupun non verbal.
  1. Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok.
  2. Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
  3. Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
  4. Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.

 

Proses dan tahap pembentukan kelompok

Pembentukan kelompok diawali dengan adanya perasaan atau persepsi yang sama dalam memenuhi kebutuhan. Setelah itu akan timbul motivasi untuk memenuhinya, sehingga ditentukanlah tujuan yang sama dan akhirnya interaksi yang terjadi akan membentuk sebuah kelompok. Pembentukan kelompok dilakukan dengan menentukan kedudukan masing-masing anggota (siapa yang menjadi ketua atau anggota). Interaksi yang terjadi suatu saat akan memunculkan perbedaan antara individu satu dengan lainnya sehingga timbul perpecahan.

 

Tahap pembentukan kelompok

Tahap 1 – Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya. 
Tahap 2 - Informing
Informing merupakan tahap dimana kelompok yang baru terbentuk tersebut diberi penjelasan tentang tujuan dari kegiatan yang akan diselenggarakan. Pada tahap ini biasanya akan didapati interaksi antaranggota karena setiap peserta mulai sadar bahwa mereka menuju pada tujuan yang sama. Seorang fasilitator biasanya akan mencari titik pijak yang sama, dan membentuk visi, misi, serta tujuan kelompok. Fasilitator diharapkan dapat menggunakan kegiatan pengenalan dan agenda yang jelas. 
Tahap 3 – Storming
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini. 
Tahap 4 – Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.
Tahap 5 – Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.
Tahap 6 - Mourning
Pada tahapan ini, seluruh tugas telah selesai dikerjaan dan tujuan utama pembentukan kelompok sudah terpenuhi. Siklus kehidupan kelompok secara resmi telah berakhir. Terkadang muncul rasa sedih diantara peserta. Sebagian mulai memikirkan tugas lain yang telah menanti. Fasilitator yang baik diharapkan dapat membantu peserta dalam mempersiapkan masa transisi dari pembentukan kelompok menuju bubarnya kelompok. Pastikan bahwa ada semacam ‘ritual’ perpisahan, baik secara individu maupun secara kelompok. 
Tahap 7 - Adjourning dan Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.

Klasifikasi kelompok dan karakteristik komunikasinya

Telah banyak klasifikasi kelompok yang dilahirkan oleh para ilmuwan sosiologi, namun dalam kesempatan ini kita sampaikan hanya tiga klasifikasi kelompok.

Kelompok primer dan sekunder
Charles Horton Cooley pada tahun 1909 (dalam Jalaludin Rakhmat, 1994) mengatakan bahwa kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab, personal, dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita.
Jalaludin Rakhmat membedakan kelompok ini berdasarkan karakteristik komunikasinya, sebagai berikut:
  1. Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas. Dalam, artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap unsur-unsur backstage (perilaku yang kita tampakkan dalam suasana privat saja). Meluas, artinya sedikit sekali kendala yang menentukan rentangan dan cara berkomunikasi. Pada kelompok sekunder komunikasi bersifat dangkal dan terbatas.
  2. Komunikasi pada kelompok primer bersifat personal, sedangkan kelompok sekunder nonpersonal.
  3. Komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi, sedangkan kelompok primer adalah sebaliknya.
  4. Komunikasi kelompok primer cenderung ekspresif, sedangkan kelompok sekunder instrumental.
  5. Komunikasi kelompok primer cenderung informal, sedangkan kelompok sekunder formal.
Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan
Theodore Newcomb (1930) melahirkan istilah kelompok keanggotaan (membership group) dan kelompok rujukan (reference group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.
Menurut teori, kelompok rujukan mempunyai tiga fungsi: fungsi komparatif, fungsi normatif, dan fungsi perspektif. Saya menjadikan Islam sebagai kelompok rujukan saya, untuk mengukur dan menilai keadaan dan status saya sekarang (fungsi komparatif. Islam juga memberikan kepada saya norma-norma dan sejumlah sikap yang harus saya miliki-kerangka rujukan untuk membimbing perilaku saya, sekaligus menunjukkan apa yang harus saya capai (fungsi normatif). Selain itu, Islam juga memberikan kepada saya cara memandang dunia ini-cara mendefinisikan situasi, mengorganisasikan pengalaman, dan memberikan makna pada berbagai objek, peristiwa, dan orang yang saya temui (fungsi perspektif). Namun Islam bukan satu-satunya kelompok rujukan saya. Dalam bidang ilmu, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) adalah kelompok rujukan saya, di samping menjadi kelompok keanggotaan saya. Apapun kelompok rujukan itu, perilaku saya sangat dipengaruhi, termasuk perilaku saya dalam berkomunikasi.
Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif
John F. Cragan dan David W. Wright (1980) membagi kelompok menjadi dua: deskriptif dan peskriptif. Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alamiah. Berdasarkan tujuan, ukuran, dan pola komunikasi, kelompok deskriptif dibedakan menjadi tiga : 
Kelompok tugas
Kelompok tugas bertujuan memecahkan masalah, misalnya transplantasi jantung, atau merancang kampanye politik.
Kelompok pertemuan
Kelompok pertemuan adalah kelompok orang yang menjadikan diri mereka sebagai acara pokok. Melalui diskusi, setiap anggota berusaha belajar lebih banyak tentang dirinya. Kelompok terapi di rumah sakit jiwa adalah contoh kelompok pertemuan.
Kelompok penyadar
Kelompok penyadar mempunyai tugas utama menciptakan identitas sosial politik yang baru. 

Kekuatan team work

Teamwork atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya. Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencpai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi paling populer di tim.

Sumber : 
  • http://nikotrileksono.tumblr.com/post/47000431365/bekerjasama-dalam-team-kelompok
  • http://www.slideshare.net/saiful_rohman/bekerja-sama-dalam-team-kelompok

Tuesday, June 16, 2015

STRUKTUR DAN DESAIN KEPEMIMPINAN

Pengertian Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian baik secara posisi maupun tugas yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan ,bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal. 
Ada enam elemen kunci yang perlu diperhatikan oleh para manajer ketika hendak mendesain struktur, antara lain : 
  1. Spesialisasi pekerjaan ,berisi tugas dalam organisasi.
  2. Departementalisasi, mengelompokkan pekerjaan ,berupa proses.
  3. Rantai komando, wewenang yang membentang dari puncak organisasi dan menjelaskan tanggungjawab.
  4. Rentang kendali , arahan manajer secara efisien dan efektif.
  5. Sentralisasi dan Desentralisasi , tingkat pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik di dalam organisasi. Desentralisasi adalah lawan dari sentralisasi.
  6. Formalisasi ,berisi sejauh mana pekerjaan dalam sebuah organisasi.
Struktur dalam sebuah organisasi mencerminkan kegiatan sebagai berikut, yakni:
  1. Adanya pengorganisasian proses pekerjaan;
  2. Adanya deskripsi berkenaan dengan wilayah atau lingkup kerja;
  3. Adanya deskripsi tugas kerja;
  4. Adanya identifikasi kompetensi;dan
  5. Adanya Identifikasi kompetensi perorangan.

Kepemimpinan Organisasi

Kepemimpinan dapat diartikan sebagai proses mempengaruhi dan mengarahkan para pegawai dalam melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan kepada mereka.
Pemimpin adalah orang yang mampu menggerakkan pengikut. Artinya, pemimpin tidak berdiri dan bekerja sendiri, tetapi membutuhkan hal-hal lain yang masuk dalam komponen kepemimpinan:
  1. Pemimpin, yaitu orang yang mampu menggerakkan pengikut untuk mencapai tujuan organisasi.
  2. Kemampuan menggerakkan, yaitu bagaimana pemimpin menggerakkan pengikutnya untuk mencapai tujuan organisasi
  3. Pengikut, yaitu orang yang berada dibawah otoritas seorang pemimpin.
  4. Tujuan yang baik, yaitu apa yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut.
  5. Organisasi, yaitu wadah atau tempat kepemimpinan berada.

Konsep Organisasi dan Kepemimpinan

Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Sementara Pengorganisasian berasal dari istilah organism yang merupakan sebuah entitas dengan bagian-bagian yang terintegrasi , saling berkaitan secara utuh. Pada prinsipnya setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu orang-orang (sekumpulan orang), kerjasama, tujuan yang ingin dicapai.
Proses pengorganisasian mencakup kegiatan-kegiatan berikut:
  1. Pembagian kerja yang harus dilakukan dan menugaskannya pada individu tertentu, kelompok-kelompok dan departemen.
  2. Pembagian aktivitas menurut level kekuasaan dan tanggungjawab.
  3. Pembagian/pengelompokkan tugas menurut tipe dan jenis berbeda-beda.
  4. Penggunaan mekanisme koordinasi kegiatan individu dan kelompok.
  5. Pengaturan hubungan kerja antara anggota organisasi.
Konsep dasar kepemimpinan :
  1. Kepemimpinan merupakan suatu aktivitas.
  2. Kepemimpinan mengandung konsep pengaruh dimana pengikutnya mentaati,mengikuti atau melaksanakan apa yang dikehendaki pemimpinnya.
  3. Terdapat dua pelaku, yaitu pemimpin dan pengikut di pihak lain.
  4. Kepemimpinan merupakan proses mencapai tujuan untuk mendapatkan hasil
  5. Mengarahkan anggota agar memiliki kesadaran dan tanggungjawab.
  6. Dalam fungsi kepemimpinan selalu berada dalam variabel situasional.

Tipe-tipe pemimpin dapat dikelompokkan berdasarkan jenis-jenisnya antara lain : 
Tipe Otokratis
Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, menganggap bawahan sebagai alat, tidak menerima kritik, saran dan pendapat. 
Tipe Militeristis
Menggerakan bawahan dengan sistem perintah, bergantung kepada pangkat dan jabatannya, sukar menerima kritikan dari bawahannya. 
Tipe Paternalistis
Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya , bersikap maha tahu. 
Tipe Karismatik
Mempunyai daya tarik ,sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. 
Tipe Demokratis
Pemimpin bagi organisasi modern, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, berusaha mengutamakan kerjasama dalam usaha mencapai tujuan dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
Kepemimpinan yang efektif harus memberikan pengarahan terhadap semua pekerja dalam mencapai tujuan organisasi, tanpa kepemimpinan tujuan organisasi mungkin menjadi renggang (lemah). Oleh karena itu kepemimpinan sangat diperlukan bila suatu organisasi ingin sukses.
Pemimpin dalam kehidupan organisasi mempunyai kedudukan yang strategis dan merupakan gejala sosial yang selalu diperlukan dalam kehidupan kelompok. Budaya organisasi dapat tumbuh karena diciptakan dan dikembangkan oleh individu yang bekerja dalam suatu organisasi, dan diterima sebagai nilai-nilai yang harus dipertahankan dan diturunkan kepada setiap anggota baru.

Dan adapun faktor-faktor kepemimpinan adalah sebagai berikut, 
Pemimpin 
Dalam kaitannya dengan Kepemimpinan, Pemimpin memang merupakan faktor esensial dari Proses Kepemimpinan itu sendiri. Serta Pemimpin itu memang harus mengerti apa yang harus dia tahu dan apa yang harus dia perbuat, atau istilah lainnya The Right Man on The Right Place. 
Pengikut (Followers)
Adalah salah satu faktor kepemimpinan yang membuat Faktor pertama itu ada. Karena tanpa adanya Pengikut, otomatis Pemimpin pun tak ada. Oleh karena itu Faktor Kepemimpinan dalam Pengikut ini lebih cenderung pengertian akan apa saja yang Followers inginkan sehingga sebuah satuan fungsi manajemen bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Serta ada pula yang mengatakan kalau berbeda Pemimpin maka berbeda pula gaya kepemimpinannya. Oleh karena itu Pengikut disini memang harus menyesuaikannya dengan cepat. 
Komunikasi
Salah satu hal yang menjembatani antara Pemimpin dan Pengikut adalah proses Komunikasi itu sendiri. Dengan adanya komunikasi. Hubungan kerja antara dua belah pihak baik atasan maupun bawahan dapat sinergis dan berjalan sesuai dengan apa yang telah dirancangkan sebelumnya. 
Situasi
Dalam sebuah situasi tertentu, terkadang kita diharusnkan untuk bertindak secara cepat dan refleks untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu kondusifitas situasi antara Atasan dan Bawahan memang harus saling dikuatkan agara selalu terjadi kondisi situasi yang nyaman dan kondusif.

Sumber : 
  • https://oukristin.wordpress.com/tag/struktur-organisasi-dalam-kepemimpinan-manajemen/
  • http://erlanggaba.blogspot.com/2013/06/faktor-yang-mempengaruhi-kepemimpinan.html

Friday, June 12, 2015

MASUKNYA WALISONGO DALAM MEMPENGARUHI BUDAYA DI NUSANTARA


Sebelum membahas tentang pengaruh walisongo dalam nusantara berikut ini saya bahas  terlebih dahulu sedikit tentang walisongo atau Sejarah dari Walisongo. 

Walisongo

Walisongo  diambil dari Bahasa jawa yang berati Sembilan Wali, mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Boning, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati. walisongo  dikenal sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke-17. Mereka tinggal di tiga wilayah penting pantai utara Pulau Jawa, yaitu Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat. Kawasan ini adalah laluan perjalanan dari Surabaya ke Pati-Demak-Kudus-Malang-Surabaya. Walisongo adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Peranan mereka sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga mempengaruhi kebudayaan masyarakat serta dakwah di nusantara khusus nya daerah jawa.

Kesemua wali ini tidak hidup dalam waktu yang sama tetapi mereka mempunyai kaitan rapat seperti hubungan darah dan juga diantaranya adalah mempunyai hubungan guru dan murid. Maulana Malik Ibrahim adalah yang tertua. Beliau mempunyai anak yang dikenali sebagai Sunan Ampel. Sunan Giri pula adalah anak saudara Maulana Malik Ibrahim yang bererti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak kepada Sunan Ampel. Sunan Kalijaga pula merupakan sahabat dan juga murid Sunan Bonang. Sunan Muria merupakan anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus juga murid kepada Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan-Sunan yang lain kecuali Maulana Malik Ibrahim yang terlebih dahulu meninggal dunia. Kesemua mereka tinggal di pantai utara Pulau Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad 16 iaitu di tiga wilayah penting (Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah serta Cirebon di Jawa Barat). 

Mereka adalah para intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada zamannya. Mereka mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru seperti dalam bentuk kesehatan, bercocok tanam, perniagaan, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan sehingga kepada pemerintahan. Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling penting di masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama tetapi ia juga merupakan pemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah penyumbang karya seni yang pengaruhnya masih terasa hingga ke hari ini. Sementara Sunan Muria adalah pemimpin agama yang sangat rapat dengan rakyat jelata. Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam.
Sekian penjelasan saya tentang Walisongo dan hubungan erat kesembilan wali. Selanjutnya saya akan bahas tentang pengaruh walisongo dalam budaya nusantara.

Pengaruh Walisongo dalam Budaya Nusantara

Berikut ini pengaruh masing-masing walisongo terhadap kebudayaan di Nusantara.

a. Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)
Syekh Maulana Malik Ibrahim bersal dari Turki, dia adalah seorang ahli tata negara yang ulung. Syekh Maulana Malik Ibrahim datang ke pulau Jawa pada tahun 1404 M. Beliau adalah seorang Walisongo yang dianggap sebagai ayah dari Walisongo. Beliau wafat di Gresik pada tahun 882 H/1419 M. Jauh sebelum beliau datang Islam sudah ada walaupun sedikit, ini dibuktikan dengan makam Fatimah binti Maimun yang nisannya bertuliskan tahun 1082 M.

Agama dan istiadat tidak langsung di tentang dengan frontal dan penuh kekerasan oleh agama Islam. Beliau mengenalkan kemuliaan dan ketinggian akhlak yang di ajarkan oleh agama Islam. Beliau langsung memberi contoh sendiri dalam bermasyarakat, tutur bahasanya sopan, lemah lembut, santun kepada fakir miskin, hormat kepada orang tua dan menyayangi kaum muda. Dengan cara itu ternyata sedikit demi sedikit banyak juga orang Jawa yang mulai tertarik pada agama Islam dan pada akhirnya mereka menganut agama Islam.

Sunan Gresik menjelaskan bahwa dalam Islam kedudukan semua orang adalah sama, hanya orang yang beriman dan bertaqwa yang kedudukannya tinggi disisi Allah SWT. berbeda dengan ajaran Hindu yang mengenal perbedaan kasta dalam bermasyarakat. Dan untuk mempersiapkan kader umat yang nantinya dapat menyebarkan Islam, beliau mendirikan pesantren yang merupakan perguruan Islam, tempat mendidik dan menggembleng para santri sebagai calon para mubalig. Syaikh Maulana Malik Ibrahim berdakwah di Gresik, beliau tidak hanya membimbing umat untuk mengenal dan mendalami agama Islam, tapi juga memberikan pengarahan agar tingkat kehidupan rakyat Gresik semakin meningkat. Beliau memiliki gagasan mengalirkan air dari gunung untuk mengairi sawah dan ladang.  

b. Raden Rahmat (Sunan Ampel)
Raden Rahmat Ali adalah cucu Raja Cempa, ayahnya bernama Ibrahim Asmara Kandi yang menikah dengan puteri Raja Cempa yang bernama Dewi Candra Wulan. Beliau lahir pada tahun 1400.  Raden Rahmat dalam usahanya menyebarkan agama Islam, beliau langsuung menuju Majapahit. Tetapi sebelum itu, Raden Rahmat singgah di Tuban dan berkenalan dengan dua tokoh masyarakat yaitu Ki Wiryo Sarojo dan Ki Bang Kuning, yang kemudian mereka beserta keluarganya masuk Islam. Dengan adanya kedua orang ini, Raden Rahmat semakin mudah mengadakan pendekatan kepada masyarakat sekitar. Beliau tidak langsung melarang masyarakat yang masih menganut adat istiadat lama, tapi beliau berdakwah sedikit demi sedikit mengajarkan tentang ketauhidan. Beliau menetap di Ampel Denta dan kemudian disebut dengan Sunan Ampel. Selanjutnya beliau mendirikan pesantren tempat putera bangsawan dan pangeran Majapahit, dan untuk siapa saja yang ingin berguru kepadanya. Sunan Ampel wafat pada tahun 1478M, dan dimakamkan di sebelah masjid Ampel. 

c. Raden Paku (Sunan Giri)
Beliau adalah putra dari Syekh Maulana Ishak. Nama kecil Sunan Giri adalah Jaka Samudra, ibunya bernama Sekardadu, putri Raja Blambangan, Prabu Minaksembuyu. Beliau lahir pada tahun sekitar 1443, dan wafat pada tahun 1506 M. Masa kecilnya diasuh oleh janda kaya raya  Nyai Gedhe Pinatih. Menjelang dewasa beliau berguru kepada Suana Ampel. Jaka Samudra diberi gelar oleh Sunan Ampel Raden Paku. Ketika Sunan Ampel ketua para wali wafat Sunan Giri diangkat menjadi penggantinya. Atas usulan sunan Kalijaga, ia diberi gelar Prabu Satmata. Diriwayatkan, pemberian gelar itu jatuh pada tanggal 9 Maret 1487 yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota Gresik. Dakwah Islam sunan Giri menggunakan jalur politik dan budaya, Sunan Giri menciptakan:
  1. Permainan jetungan 
  2. Jamuran 
  3. Gula ganti 
  4. Cublak-cublak suweng 
  5. Tembang asmarandhana 
  6. Tembang pocung 
d. Raden MakdumIbrahim (Sunan Bonang) 
Nama aslinya adalah Raden Makdum Ibrahim, beliau putra Sunan Ampel. Beliau diperkirakan lahir pada tahun 1440 di Mbonang, dan wafat pada tahun 1525. Sunan Bonang terkenal sebagai ahli Ilmu Kalam dan Tauhid. Sekembali dari Persia untuk berguru kepada Syekh Maulana Ishak ke tanah Jawa, beliau berdakwah di daerah Tuban. Caranya berdakwah cukup unik dan bijaksana, beliau menciptakan gending yang disebut bonang, sehingga rakyat Tuban dapat tersentuh hatinya untuk masuk masjid. Beliau membunyikan bonang, rakyat yang mendengarnya seperti terhipnotis terus melangkah ke masjid karena ingin mendengar langsung dari dekat. Dengan cara ini sedikit demi sedikit dapat merebut simpati rakyat, lalu baru menanamkan pengertian sebenarnya tentang Islam. 

e. Raden Qasim (Sunan Drajat)
Sunan Drajat adalah anak bungsu Sunan Ampel dengan  Dewi Condrowati atau yang sering disebut sebagai Nyi Ageng Manila. Beliau lahir pada tahun 1450. Nama lain dari Sunan Drajat yang terkenal adalah Raden Qasim. Di desa Jelak, Raden Qasim mendirikan surau dan pesantren. Banyak orang yang datang untuk berguru agama Islam kepadanya sehingga Jelak semakin ramai dan berkembang menjadi kampung besar. Oleh karena itu nama Jelak kemudian dirubah menjadi Banjaranyar. Beliau memperkenalkan Islam melalui konsep dakwah  bil-hikam, dengan cara-cara bijak dan tanpa memaksa. Dalam penyampaiannya beliau menempuh lima cara. Pertama lewat pengajian secara langsung dimasjid atau di langgar. Kedua melalui pendidikan di pesantren. Ketiga memberi fatwa atau petuah dalam menyelesaikan masalah. Keempat melalui kesenian tradisional dan yang kelima menyampaikan ajaran agama melalui ritual adat tradisional sepanjang tidak bertentangan dengan agama islam.

Sunan Drajat juga berdakwah dengan menggunakan kesenian Jawa yang pada waktu itu sudah mendarah daging dikalangan masyarakat. Salah satu tembang ciptaan beliau adalahtembang Mijil. Sunan Drajat juga terkenal dengan ajaran yang mengatakan paring teken marang kang kalunyon lan wuto, paring pangan marang kang kaliren, paring sandhang marang kang kudanan (memberi tongkat kepada orang buta, memberi makan kepada orangyang kelaparan, memberi pakaian kepada yang tidak punya pakaian dan memberi payung kepada orang yang kehujanan). Ini memang inti ajaran sosial di dalam Islam yang akan tetap relevan sampai kapanpun. Pada masa akhir Majapahit terjadi krisis sosial, ekonomi, politik. Sunan Drajat menjadi juru bicara yang membela rakyat tertindas. Beliau mengecam tindakan elit politik yang waktu itu hanya mengejar kekuasaan demi kenikmatan pribadi. Dalam bidang sastra budaya beliau menciptakan:
  1. Berpartisipasi dalam pembangunan masjid Demak 
  2. Membantu Raden Patah 
  3. Tembang Pangkur. 
f. Raden Sahid (Sunan Kalijaga) 
Nama aslinya adalah Raden Sahid, putera dari Raden Sahur putera Temanggung Wilatikta Adipati Tuban. Beliau lahir pada tahun 1400.  Raden Sahid sebenarnya anak muda yang patuh dan taat terhadap agama dan orang tua, tetapi beliau tidak bisa menerima keadaan sekelilingnya yang banyak terjadi ketimpangan. Hingga akhirnya beliau mencari makanan dari gudang kadipaten dan dibagikan kepada rakyatnya. Akibat hal tersebut, Raden Sahid dicambuk dan diusir oleh ayahnya. Dalam pengembaraannya, beliau bertemu dengan seorang berjubah putih, beliau adalah Sunan Bonang. Lalu Raden Sahid diangkat menjadi murid, dan diberi amanat untuk menunggui tongkat di depan kali sampai tanpa disadari tubuh Raden Sahid berlumut.  Dari hal ini, maka beliau dikenal dengan Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga adalah salah satu diantara sederetan para wali yang dianggap paling kreatif dalam menerapkan ajaran keIslaman dengan konteks lokal. Seni pewayangan yang semula kental dengan warna Hinduisme-India, disulap menjadi sebuah pertunjukan yang bernuansa Islami. Sunan Kalijaga juga piawai dalam meramu kesenian lokal, sehingga menjadi sebuah hiburan yang mengasyikkan bagi masyarakat kala itu. Momen tersebut dimanfaatkan Sunan Kalijaga untuk menyampaikan wejangan-wejangan keIslaman, terutama yang bernuansa tasawuf. 

g. Ja’far Shodiq (Sunan Kudus)
Nama asli beliau adalah Ja’far Shodiq, putera Sunan Ngudung (Raden Ngusman Aji bin Raja Pandita bin Ibrahim Asmarakandi bin Maulana Muhammad Jumadil Kubro bin Zainul Alim bin Zainal Abidin bin Sayid Husein bin Ali, suami Fatimah binti Rasulullah SAW) dari Jipang Panolan. Beliau lahir pada abad 15 M atau 9 H. Dan diperkirakan wafat pada tahun 1520an. Kakek Sunan Kudus adalah saudara Sunan Ampel. Meskipun namanya Sunan Kudus beliau bukanlah asli Kudus. Dia datang dari Demak.

Sunan Kudus adalah seorang tokoh yang kuat, serta gagah berani. Karena keberaniannya yang luar biasa serta kedudukannya sebagai panglima perang. Setelah pengikutnya semakin banyak Sunan Kudus mendirikan masjid sebagai tempat ibadah dan pusat penyebaran agama. Masjid yang dibangunnya adalah Masjid Menara Kudus. Tidak ada kepastian kapan menara Kudus didirikan. Hanya saja tiap-tiap atap menara tersebut terdapat sengkalan yang berbunyi gapura rusak ewahing jagad yang berarti tahun 1606 jawa atau 1685 M (gapura=6,  rusak=0,  ewahing=6,  jagad=1). Sengkalan tersebut hanya menunjukkan bahwa ketika itu terjadi perbaikan atap yang mulai rusak. Jadi bangunan itu kira-kira didirikan beberapa puluh tahun sebelumnya. Bangunannya bercorak bangunan Hindu, berbentuk mirip Candi Jago, makam raja wisnuwardhana yang didirikan tahun 1275-1300 M di dekat Malang.
Sunan Kudus menciptakan karya satra dan budaya:
  1. Tembang Maskumambang 
  2. Tembang MijilMasjid
  3. Menara Kudus  
Sunan Kudus terkenal dengan seribu satu kesaktiannya. Beliau dapat berbuat sesuatu di luar kesanggupan otak dan tenaga manusia biasa. Contohnya pada suatu ketika Sunan Kudus memakan lele, kemudian sesudah tinggal kepala serta tulangnya, dibuanglah oleh sunan ke dalam sebuah sumur, maka ikan yang tinggal kepala dan tulang itupun hidup. 
 
h. Raden Umar Said (Sunan Muria) 
Sunan Muria adalah putera pertama Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishak. Nama asli beliau adalah Raden Umar Said, sedang nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Dalam berdakwah, Sunan Muria meniru cara yang telah dilakukan dengan sukses oleh ayahandanya, yaitu menggunakan alat musik Jawa (gamelan). Sasaran yang digarap oleh Sunan Muria adalah masyarakat yang bertempat tinggal di pedesaan, jauh dari pusat pemerintahan maupun kota. Oleh karena itu, Sunan Muria membangun pesantren di lereng gunung Muria, dan karena itulah gelar Sunan Muria diberikan oleh masyarakat. 

i. Syarif Hidayatullah (Sunan Gunungjati)
Nama aslinya adalah Syarif Hidayatullah, beliau lahir di Makkah. Banyak versi yang menceritakan tentang keberadaan Sunan Gunungjati ini, tetapi cerita yang termasyhur adalah menikahnya Sunan Gunungjati dengan seorang puteri Cina bernama Ong Tien, yang kemudian namanya diganti dengan Nyai Ratu Rara Semanding. Syarif Hidayatullah memang mempunyai hubungan baik dengan kaisar Cina. Dalam rangka menjalin hubungan baik tersebut, pada tahun 1479 beliau berkunjung ke Cina dan bertemu dengan kaisar Hong Gie, serta berkenalan dengan sekretaris kerajaan bernama Ma Huan, Jendral Ceng Ho, dan Fei Hsin. Ketiga tokoh itu telah memeluk agama Islam. Disini Sunan Gunungjati membuka praktek pengobatan, dan banyak masyarakat Cina yang berobat kepadanya. Kesempatan ini digunakan sebaik-baiknya oleh beliau untuk berdakwah.

Sunan Gunungjati membangun masjid pada tahun 1480 yang diberi nama Masjid Agung Sang Ciptarasa. Pembangunan masjid ini mendapat bantuan penuh dari Sultan Demak dan Walisongo. Bahkan juga diceritakan bahwa Sunan Kalijogo ikut menyumbangkan sebuah tiang tatal. Masjid ini juga sering dijadikan pusat pertemuan Walisongo untuk membicarakan masalah-masalah yang dihadapi pada saat itu.

Sumber : 
http://nurmuhamadlutpy.blogspot.com/2013/06/sistem-dakwah-walisongo-dalam.html