Thursday, December 31, 2015

 

RESENSI BUKU NON FIKSI REMAJA MEMBANGUN KEPRIBADIAN


Judul buku      : Remaja Membangun Kepribadian
Penulis             : Anna Windyartini S
Penerbit           : Penerbit Nobel Edumedia
Tempat terbit   : Pulogadung, Jakarta Timur
Tahun terbit     : 2008
Tebal buku      : ix + 79 halaman

Isi pokok buku pada bab pertama (Berbagai Jenis Keceradasan dalam Diri Manusia), Menjelaskan tentang berbagai jenis kecerdasan dalam diri manusia, dan cara-cara yang dapat ditempuh untuk mengembangkan intelegesi tersebut. Dalam pembahasan ini diambil dari beberapa sumber yang cukup terpercaya, yaitu ahli-ahli Internasional yang professional di bidang intelegensi, diantaranya Howard Gardner yang merupakan psikolog dari Amerika Serikat yang telah menemukan sepuluh macam intelegensi yang terdapat dalam diri anak. Di antaranya yaitu :
1.      Linguistic intelligence / Kecerdasan linguistik, berkaitan dengan kemampuan bahasa dan penggunaannya.
2.      Logical-mathematical intelligence / Kecerdasan logis matematis, berhubungan dengan pola, rumus-rumus, angka-angka, dan logika.
3.      Musical intelligence / Kecerdasan musikal, berkaitan dengan musik, melodi, ritme dan nada.
4.      Bodily-kinesthetic intelligence / Kecerdasan tubuh-kinestetik, berhubungan dengan pergerakan dan ketrampilan olah tubuh.
5.      Spatial intelligence / Kecerdasan spasial, berhubungan dengan bentuk, lokasi dan membayangkan hubungan di antaranya.
6.      Interpersonal intelligence / Kecerdasan interpersonal, berhubungan dengan kemampuan untuk bisa mengerti dan menghadapi perasaan orang lain.
7.      Intrapersonal intelligence / Kecerdasan intrapersonal, berhubungan dengan kemampuan mengerti dirinya sendiri.
8.      Naturalist intelligence, berhubungan dengan kemungkinan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan.
9.      Spiritual intelligence, memungkinkan anak mengetahui dan memahami bahwa Tuhan telah memberinya begitu banyak anugerah.
10.  Existensial intelligence / Kecerdasan eksistensial, berhubungan dengan sebuah imajinasi tentang keingintahuan mengenai keberadaan dirinya di dunia.
Tidak hanya itu, pada bab pertama juga dijelaskan cara-cara ampuh untuk mengembangkan potensi / tingkat intelegensi seorang manusia yang didukung dari hasil pengamatan dan penelitan ahli.
Pada bab kedua (Memanfaatkan Berbagai intelegensi), Dijelaskan bahwa setiap orang memiliki potensi masing-masing dan tidak ada orang yang tidak memiliki potensi sehingga perlu mengembangkan potensi itu. Setiap orang mempunyai kemampuan untuk dikembangkan. Dengan kemampuan itulah dunia dibangun bagi masa depan banyak orang. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengembangkan diri terus menerus.
Tidak hanya itu, dalam buku ini dalam bab ini dibahas tentang visi dan misi yang harus ada dalam setiap diri manusia agar dapat mengembangkan potensinya. Selain itu, juga membahas tentang managemen dan cara untuk belajar dan mengembangkan potensi diri sesuai dengan kebutuhan / potensi masing-masing sehingga semuanya dilalui dengan cemerlang. Berikut sedikit pembahasan tentang visi dan misi, serta tentang manajemen dan cara untuk belajar dan mengembangkan potensinya.
Seorang yang mau mengembangkan diri tentunya memerlukan sebuah visi. Visi setiap orang dipengaruhi oleh cara pandang dirinya terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya. Dengan adanya visi, akan mengarahkan kita untuk lebih mampu melangkah dan mengembangkan diri kita. Setelah menemukan visi, kita akan melengkapinya dengan misi.
Dibutuhkan membuat langkah dengan perencanaan yang konkret. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui dan mengenal diri sendiri untuk dapat menemukan kemampuan belajar, minat, dan proses yang berhasil kita gunakan dalam belajar. Dengan mengenal diri sendiri kita akan menemukan kakuatan dan kelemahan kita dalam belajar, sehingga kita dapat menentukan gaya belajar yang cocok dan tepat untuk diri kita. Ada tiga gaya belajar yang utama, yaitu visual, auditori, dan kinestetis.
a.       Gaya pembelajaran visual adalah belajar dengan cara memproses informasi dengan cara melihat dan membaca petunjuk atau dengan membayangkan langsung suatu konsep dalam suatu gambaran yang konkret dan nyata.
b.      Gaya pembelajaran auditori belajar dengan cara mendengarkan dan berdiskusi atau dengan belajar mandiri yang memerlukan ketenangan.
c.       Gaya pembelajaran kinestetis, biasanya seseorang akan aktif menyerap informasi dengan gerakan atau dengan cara mambuat kesimpulan dari apa yang mereka dengar, nada suara, tempo, isyarat dan ekspresi wajah.   
            Setelah mengenali gaya belajar, selanjutnya kita perlu membuat rencana kerja, dengan mulai mengatur waktu belajar secara tepat. Hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu:
a.       Konsentrasi,
Untuk berkonsentrasi, carilah tempat yang hanya digunakan untuk belajar agar dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman dan terhindar dari gangguan.
b.      Menciptakan kondisi belajar
Kondisi belajar yang tenang dan rileks dapat membantu meningkatkan konsentrasi dalam belajar.
c.       Mengatur waktu belajar
Aturlah waktu belajar dengan menetapkan target hasil belajar berdasarkan meteri yang ingin atau perlu dicapai. Jangan sampai menunda waktu belajar karena itu berarti kita akan kehilangan banyak waktu. Bila ada banyak tugas yang harus diselesaikan, cobalah dengan mengelompokkan pada bagian per bagian, lalu selasaikan sedikit demi sedikat. Organisirlah waktu belajar, siapkan materi dan singkirkan segala sesuatu yang dapat mengganggu konsentrasi belajar.
Ada beberapa metode cara belajar yang baik, yaitu belajar dengan buku teks, mencatat pelajaran dengan efektif, membuat peta belajar, belajar berkelompok, rajin membuat catatan, disiplin dalam belajar, aktif bertanya dan ditanya, belajar dengan serius dan tekun, dan menghindari belajar berlebihan.
Pada bab ketiga (Study is Beautiful) tidak begitu banyak yang dibahas dalam bab ini namun cukup meyakinkan kita bahwa belajar itu adalah sesuatu yang indah dan menyenangkan sehingga timbu motivasi serta semangat untuk belajar.
Pada bab terakhir/keempat (Berbagai Kisah Tentang Belajar) Pada bab ini, pembahasannya mengenai pengalaman belajar dari kebanyakan orang dan juga kisah-kisah unik, menarik, dan menggugah seputar perjalanan belajar seseorang yang diceritakan secara terbuka oleh orang-orang yang telah mengalaminya. Cerita-cerita yang diangkat benar-benar menggugah dan memotivasi untuk terus belajar.
Salah satunya yaitu mengingat kembali masa kecil Albert Einstein atau Thomas Alfa Edison. Mereka dulunya hanya memiliki kemampuan akademis pas-pasan, bahkan yang lebih parah Edison disebut sebagai idiot oleh gurunya sehingga sempat beberapa kali pindah sekolah. Mungkin dengan kenyataan ini tidak ada orang yang menyangka bahwa mereka berdua akan sukses dan terkenal dalam hidupnya. Albert Einstein dan Thomas Alfa Edison adalah contoh anak yang sebetulnya termasuk cerdas tetapi tidak dapat berprestasi di sekolah. Anak-anak golongan ini biasanya oleh orang tuanya dikelihkan sebagai anak bodoh, nakal, atau sulit belajar. Padahal perlakuan seperti ini sama saja menghancurkan kreativitas atau membunuh karakter anak. Hai ini dapat menimbulkan rasa mudah putus asa bagi anak yang dapat berimbas pada kurangnya semangat dan ketertarikan anak pada pelajaran di sekolah.
            Menurut Mariam Diamond, pada umur berapapun kemampuan mental manusia sebenarnya masih bisa dioptimalkan dengan aktivitas intelektual dan interaksi lingkungan. Selain Mariam Diamond, Bobbi DePorter juga menyatakan bahwa optimalisasi kemampuan mental bisa dimunculkan lagi melalui pendekatan yang disebut Quantum Learning (QL). QL disebut juga accelerated learning (pemercepatan belajar) yang memadukan keterampilan dalam hidup, keterampilan akademik, dan prestasi mengatasi tantangan fisik untuk mencapai sukses. Pendekatan QL secara prinsip merupakan metode yang memungkinkan siswa mempelajari sesuatu secara cepat dengan upaya normal dan disertai kegembiraan.
            Penelitian Georgi Lozanov menunjukkan bahwa jenis musik barok bisa membuat orang menjadi setengah rileks sehingga tetap mampu berkonsentrasi. Saat belajar, belahan otak kiri yang proses berpikirnya bersifat linear, logis, sekuensial, dan rasional diaktifkan. Sedangkan proses berpikir otak kanan yang bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik tidak. Di sinilah musik berfungsi, yaitu merangsang otak kanan sehingga tidak mengganggu kinerja otak kiri. Semua itu menimbulkan siklus emosi positif, kekuatan otak, keberhasilan, dan kehormatan diri.
Karakter Isi Buku buku ini menarik dan memiliki ciri khas dibandingkan buku psikologi remaja lainnya karena gaya bahasa yang digunakan mampu dicerna dengan baik, tidak hanya itu pembahasan buku ini singkat tapi dapat membuat pembaca memahami maksudnya, tidak seperti kebanyakan buku yang terlalu berbelit-belit dalam menyampaikan gagasan. Selain itu penulisan buku ini didasarkan kepada sumber yang universal karena sumbernya dimulai dari ahli internasional hingga dari pengalaman masyarakat biasa.
Kelebihan dari buku ini adalah buku ini memiliki pembahasan yang singkat namun mudah dipahami, buku ini ditulis berdasar pada gagasan yang dapat dipercaya seperti ahli psikolog dunia, nasional dan bahkan pengalaman langsung dari masyarakat Indonesia sehingga tetap menggambarkan karakter belajar orang Indonesia, dan Contoh-contoh yang digunakan menarik dan menggugah untuk memotivasi remaja agar lebih semangat untuk belajar dan meningkatkan potensi diri.
Dan adapun kekurangan dari buku ini adalah masih ada sejumlah kata-kata yang kemungkinan sulit dicerna oleh pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), padahal seharusnya buku semacam ini sudah dapat dibaca oleh siswa / siswi SMP yang pada saat itu mulai menginjak masa remaja, Gambar ilustrasi yang digunakan masih kurang sehingga memungkinkan terjadi kepenatan saat membaca, dan yang terakhir motivasi dalam buku ini harus dianalisis karena minimnya pemaparan langsung penulis atau sejumlah ahli, seharusnya buku psikologi remaja semacam ini mengangkat kata-kata bijak ahli tentang materi yang berkaitan dengan bahasan setiap sub bab.

Wednesday, December 30, 2015

Resensi Buku MotivatorNon-Fiksi



RESENSI BUKU MOTIVATOR NON FIKSI

Judul buku                   : Merry Riana Mimpi Sejuta Dolar
Pengarang                   : Merry Riana
Penulis                         : Alberthine Endah
Penerbit                       : PT Gramedia Pustaka Utama
Tempat terbit               : Jakarta
Tahun terbit                 : Cetakan keempatbelas edisi cover film, Desember 2014
Jumlah halaman           : 362 halaman

            Buku karangan Merry Riana ini sangat menginspirasi para pembacanya untuk terus berusaha meraih kesuksesan yang diharapkan dan yang dicita-citakan. Saat ini Merry Riana merupakan wanita motivator No 1 di Indonesia karena kesuksesannya yang menginspirasi banyak orang baik di Singapura maupun di Indonesia.
            “Hidup adalah sesuatu yang bergerak. Kekuatan manusia bukanlah sesuatu yang statis. Tuhan menganugerahkan segala fitur pembangkit keberhasilan di dalam tubuh dan pikiran kita. Aku bersyukur karena menyadari itu sejak muda untuk meraih sukses.”
Petikan kalimat Merry Riana itu menjadi prolog buku karya Alberthine Endah. Merry Riana yang terlahir dari keluarga yang sederhana dari seorang ayah yang sangat penyayang dan dari seorang ibu yang penuh perhatian dan penuh kasih membawanya sulit untuk berada jauh dari keduanya.
Buku ini menceritakan kisah sukses Merry Riana. Beliau adalah orang asli Indonesia yang sukses di negeri tetangga, Singapura. Kehidupan awalnya adalah kehidupan rata-rata remaja Indonesia. Keluarga sederhana, pergi sekolah, belajar, pulang ke rumah. Kisah di buku ini dimulai ketika Merry Riana baru lulus SMA. Berawal dari Tragedi Trisakti tahun 1998, membawa Merry Riana terdampar di negeri orang. Wilayah Jakarta yang saat itu sedang ada dalam kecaman, membuat semua orang merasa tidak tenang dan selalu dilanda kegelisahan. Bukan hanya toko yang dijarah, tapi mereka yang tionghoa menjadi bulan-bulanan perusuh, dikambing hitamkan atas fenomena krisis moneter saat itu.
Di saat yang sama, Merry remaja baru saja berbahagia merayakan kelulusan SMA. Ia bersama lulusan Santa Ursula lainnya seakan menyambut gerbang menuju mimpi yang sudah meraka susun. Tak terkecuali Merry yang bercita-cita melanjutkan studi ke PTN ternama di Indonesia. Ia sudah membayangkan menjadi seorang mahasiswi dengan kehidupan kampus yang menyenangkan.
Tapi semua cita-cita itu harus dipendam dalam-dalam. Keputusan untuk melanjutkan kuliah di Universitas Trisakti Jakarta tersebut harus pupus begitu saja karena keadaan yang tidak memungkinkan. Dengan kondisi semencekam itu, banyak warga tionghoa yang akhirnya memutuskan untuk mengungsi sementara ke luar negeri. Orang tua Merry pun berpikiran begitu.
 Ayahnya memutuskan untuk menyekolahkan Merry Riana di Nanyang Technological University (NTU) di negeri Singa, Singapura. Keputusan ayah adalah keputusan terbaik. Itulah harapan terakhir Marry Riana. Dengan berat hati, Merry Riana harus pergi meninggalkan keluarga dan negara Indonesia yang sangat dicintainya. Tidaklah mudah untuk bisa bertahan hidup di negeri orang. Berjuang mempertahankan hidup dengan segala keterbatasan hidup dan keterbatasan ekonomi. Krisis ekonomi moneter yang melanda Indonesia membuatnya harus pandai mengatur biaya hidup di negeri Singa itu.
Kuliah hari pertama di NTU menyambutnya dengan peringatan jelas, betapa uang yang dimilikinya tidaklah berarti banyak. Kehidupan di kampus Nanyang Technology University dilalui Merry Riana dengan penuh perjuangan. Bukan sekali dua ia harus mati-matian bertahan hidup dengan makanan yang sangat sederhana. Bagaimana tidak? Sementara orang tuanya di tanah air membanting tulang mencari nafkah di tengah krisis, ia hanya mendapat kiriman uang yang sangat terbatas. Di Indonesia, dengan uang yang sama mungkin Merry bisa hidup sejahtera. Namun di Singapura, yang dikenal tinggi biaya hidupnya, makan siang dengan sayur tahu di kantin asrama adalah makanan mewah baginya untuk beberapa tahun di NTU. Sisanya, ia sumpal perutnya dengan mie instan atau roti. Ia pun tidak mungkin meminta lebih pada orang tuanya dan hanya bisa “memberi kabar baik” tiap kali berkomunikasi dengan tanah air. Uang yang dikeluarkan untuk pertama kalinya adalah saat ia memesan nasi goreng tanpa campuran apa-apa. Nasi goreng polos. Ia harus merelakan lembaran uang dolar pemberian ayahnya untuk membayar  nasi goreng dengan harga dua dolar atau setara dengan dua puluh ribu rupiah saat itu. Dua puluh ribu hanya untuk sepiring nasi goreng polos. Apalah arti 20 ribu rupiah. Tetapi bagi seorang mahasiswi dengan bekal uang pas-pasan dan dihadapkan pada tuntutan bertahan di masa yang akan panjang selama studi, itu adalah persoalan serius.
Merry Riana tidak bisa selamanya mengandalkan uang kiriman dari kedua orangtuanya. Dia menyadari bahwa kiriman dari orangtua tidak selamanya cukup untuk mencukupi kebutuhan kuliah dan kebutuhan pribadinya. Meskipun sudah berusaha berhemat, namun kebutuhan tidaklah selamanya statis. Maka dari itu, dengan niat yang kuat ia memutuskan untuk bekerja. Pekerjaan pertama yang ia terima adalah sebagai pembagi brosur. Meskipun upah yang diterimanya tidaklah seberapa, yaitu 5 dolar dalam waktu satu jam.
Dari pekejaan pertamanya, tidak memberikan rasa putus asa untuk Merry Riana terus bekerja dan bekerja. Ia pun pernah bekerja sebagai pelayan, dan harus berjuang di jalanan hingga tengah malam dengan 20 presentasi dan rasa lelah yang selalu menyurutkan semangatnya untuk melanjutkan pekerjaannya. Beruntung Merry Riana memiliki seorang partner yang sangat setia menemani, memberikannya semangat dan motivasi untuk terus berjuang dan berusaha dalam mempertahankan hidup dengan bekerja mencari nafkah untuk menghidupi dirinya sendiri.
Sebuah pengalaman bekerja sebagai pegawai magang di sebuah perusahaan membentuk sebuah opini baru dalam benaknya. Ia berpikir bahwa menjadi pegawai bukan jalan yang sesuai dengan mimpinya. Karena menurutnya, menjadi pegawai adalah karir yang pasti punya “batas”. Batas yang pasti mencegahnya dari mencapai mimpi sejuta dolarnya. Maka dengan penuh pertaruhan, Merry bersama Alva, teman kuliahnya yang kelak menjadi suaminya, memutuskan untuk berjuang dalam dunia wirausaha. Mereka memutuskan untuk menapaki usaha finansial consulting yang diawali dari tingkatan sales produk keuangan yang memasarkan produknya di tempat keramaian. Bisa dibayangkan betapa berat tanggapan lingkungan yang harus ia hadapi. Salah satu lulusan terbaik NTU justru memutuskan untuk menjadi sales. Tapi ternyata, keputusan itu adalah keputusan yang benar.
Tak sia-sia. Dari semua pekerjaan yang ia jalani membawanya kedalam masa keemasannya. Menanjaki karir sebagai financial consultant dari nol, hingga pada umur 26 tahun, kurang lebih 4 tahun sejak kelulusannya, ia bisa mendapatkan penghasilan finansial satu juta dolar, berhasil menjadi miliader muda, dan sukses mengembangkan organisasinya yaitu Merry Riana Organization (MRO) di Singapura, meraih beberapa penghargaan diantaranya Star Club President, Top Rookie Consultant of The Year Award, Top Manager of The Year Award dan Agency Development Award. Selain itu, tahun 2006 Marry Riana dianugrahi Nanyang Outstanding Young Alumni Award oleh rektor NTU, kemudian pada tahun 2008 dianugerahi Spirit of Enterprise Award sebagai seorang pengusaha bisnis paling sukses di Singapura dan beberapa penghargaan lainnya.
Jurus-jurus Merry Riana untuk sukses adalah 1) siapapun berhak sukses, 2) jangan pernah takut gagal, 3) berusahalah menjadi berbeda, 4) jeli dalam mengamati konsep kerja, 5) menghargai proses dan lihatlah hasilnya, 6) kebebasab fianansial-visi yang jelas, 7) disiplin adalah sebuah keharusan, 8) miliki passion, 9) peka pada peluang, 10) berhemat dan menabung dan 11) kekuatan iman.
Kelebihan dari buku ini adalah terdapat kata-kata yang menginspirasi dan memotivasi pembaca untuk terus semangat berjuang mempertahankan hidup meski dalam keterbatasan. Selain itu pemulis juga menggunakan bahasa yag mudah dimengerti dan penempatan settingnya sangat detil. Sedangkan kekurangannya buku ini adalah halamannya cukup tebal, ada beberapa judul yang cerita di dalamnya hampir sama, sehingga pembaca dapat mengetahui secara langsung jalan ceritanya tanpa harus membaca secara lengkap.
Buku ini sungguh cocok dibaca oleh siapa pun yang haus akan bacaan-bacaan motivasi. Kisah nyata Merry yang telah berjuang mati-matian dalam meraih mimpinya dengan menjaga etos kerja dan disiplin yang ketat merupakan inspirasi yang penuh makna. Kita pun merasa terdorong untuk berani bermimpi besar, lalu memperjuangkannya sekuat tenaga. Karena, Merry telah membuktikan, mimpi besar bukanlah hal yang mustahil untuk diraih, asalkan kita pantang menyerah dan senantiasa menyertakan Tuhan dalam setiap usaha keras yang kita lakukan. Adapun Saran saya, dibeberapa bagian cerita yang intinya hampir sama tidak perlu di tuliskan berulang kali walaupun dengan judul yang berbeda, hal tersebut dapat mengurangi tebal buku dan membuat pembaca tidak bosan.

Sunday, November 15, 2015

KRITIK JURNAL

Judul                           : Sistem Informasi Sekolah Berbasis Web
Penulis                         : Khoirul Anam Sodik
Sumber                        : http://badegband.blogspot.co.id/2014/04/contoh-jurnal-sistem-informasi-sekoalh.html
Tujuan Penelitian        : Tugas 2 Bahasa Indonesia pada Universitas Gunadarma
     1.    PEMBAHASAN
a.    Judul
Judul dari artikel jurnal adalah “SISTEM INFORMASI SEKOLAH BERBASIS WEB” judul tersebut kurang jelas, apakah sistem informasi suatu sekolah yang berbasiskan web atau sistem informasi sekolah online yang berbasiskan web dan kurang menjelaskan isi dari kesuluruhan jurnal. Lalu dalam judul ini tidak memuat tahun pada saat penelitian ini dilakukan.

b.    Gaya Penulisan

Sistematika cukup tersusun dengan baik dan jelas mulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak, pendahuluan, gambaran program yang diteliti, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, terdapat kata kunci (keyword) dalam penelitian. Akan tetapi, masih adanya kesalahan penulisan (typo) dan penggunaan tanda baca yang kurang tepat.

c.     Abstrak
Penjelasan dalam abstrak tidak di paparkan secara jelas, bahwa jurnal ini membahas tentang sistem informasi suatu sekolah berbasis web, yang dibahas dalam abstrak tersebut justru malah suatu Sistem Informasi Penjaminan Mutu Sumber Daya Manusia(SDM). Format penulisan cukup baik, tetapi masih terdapat tanda baca yang jarang digunakan, sehingga menyebabkan kalimat sulit dipahami.
d.    Tujuan
Tujuan penelitian sudah cukup jelas, walaupun ada point yang kurang berkaitan dengan isi dari jurnal.
e.    Ide / Isu
Ide / isu pada jurnal sudah cukup relevan dan penting. Artinya, pada suatu sekolah memang dibutuhkan suatu sistem informasi untuk meningkatan mutu dan kualitas dan serta sebagai sarana untuk mempermudah pengguna dalam berbagai macam aspek.
f.      Desain dan Metode Penelitian
Metode penelitian cukup sesuai dengan tujuan dari penelitian, akan tetapi masih ada beberapa point yang belom di bahas pada metode penelitian, seperti tahap perancangan, desain, dll.
g.    Tinjauan Pustaka
Didalam bagian ini penulis menyebutkan bahwa Sistem Informasi adalah cara yang terorganisir untuk mengumpulkan, memasukan, dan memroses data dan menyimpannya, mengelola, mengontrol, dan melaporkannya sehingga dapat mendukung perusahaan atau organisasi untuk mencapai tujuan. Dan menyebutkan pula bahwa Sistem Informasi merupakan suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Namun penulis tidak menjelaskan secara jelas definisi sistem informasi sebagai suatu sistem yang saling berhubungan untuk menghasilkan informasi. Selain itu penulis juga tidak menuliskan definisi dari web serta hanya menyebutkan dan menjelaskan satu bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat sebuah web tersebut.
h.   Analisis dan Perencanaan
Didalam bagian ini penulis menjelaskan analisis kebutuhan dan perencanaan program dalam bentuk gambar dan tulisan.
Bagian analisis dan perencanaan dibagi menjadi 3 bahasan yaitu,
a.      Analisis Kebutuhan Fungsional
Pada bagian ini peneliti sudah cukup lengkap menyebutkan kebutuhan fungsi yang harus dibuat atau dimiliki program. Akan tetapi, tidak adanya gambar sebagai pendukung, guna memperjelas tulisan.
b.      Analisis Pengguna
Bagian ini menerangkan secara singkat dan jelas siapa saja pengguna sistem informasi tersebut. Akan tetapi, tidak adanya gambar sebagai pendukung guna memperjelas hal apa saja yang dapat di lakukan oleh tiap pengguna menjadi kekurangan dari jurnal tersebut.
c.      Perancangan Sistem
Pada bagian ini peneliti kurang menyebutkan dan menjelaskan perancangan pada sistem yang akan dibuat. Contoh nya seperti ER Diagram, peneliti hanya menunjukan gambar ER Diagram yang tidak tampil, dan tidak di ikuti dengan penjelasan diagram tersebut. Tidak adanya penjelasan atau gambaran alur perancangan dari sistem tersebut, seperti Flowchart fungsi dari sistem, dll.
i.      Konsistensi Logis
Jurnal atau Laporan Penelitian telah mengikuti langkah-langkah yang seharusnya yaitu : dimulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak, pendahuluan, pembahasan, dan kesimpulan.
j.      Keterangan Penutup atau Kesimpulan
Kesimpulan disampaikan secara ringkas, jelas dan padat. Kesimpulan membahas kembali bahwa pentingnya sebuah rancangan pada sebuah sekolah yang mengacu pada pengembangan sistem informasi sekolah. Dan juga, bahwa Dengan terbentuknya system ini, semakin mudah untuk menginformasikan segala sesuatu dari sekolah kepada siswa dan para guru semakin mudah dan ekonomis dan sangat kompleks, hasil rancangan tersebut juga dapat diterapkan pada sekolah – sekolah lainnya dan pada organisasi – organisasi yang lain yang memerlukan system tersebut.

2.  CATATAN

      Pada dasarnya jurnal ini telah menjabarkan dan menjelaskan secara jelas dan informatif, namun cara penyampaiannya sedikit membingungkan bagi para pembaca awam yang membaca jurnal ini. Dalam penyampaiannya pun tidak disertai dengan catatan kaki dan gambar yang mana dapat membantu pembaca dalam menganalisa ataupun memahami isi dari jurnal ini. Sebagai penutup, meskipun ditemukan berbagai kekurangan dan kelebihan dalam penelitian tersebut, namun penelitian tersebut telah memberikan kontribusi positif pada kemajuan dan pengembangan sistem pada suatu sekolah yang belum terkomputerisasi.

 

      Dan sebagai saran, ada baiknya memilih judul yang jelas dan sedikitnya dapat menjelaskan apa isi dari jurnal sehingga pembaca dapat sedikit mengerti tentang apa yang akan di bahas di dalam jurnal, lengkapi isi jurnal dan masukan gambar atau tabel pada bagian penjelasan.