Sunday, November 15, 2015

KRITIK JURNAL

Judul                           : Sistem Informasi Sekolah Berbasis Web
Penulis                         : Khoirul Anam Sodik
Sumber                        : http://badegband.blogspot.co.id/2014/04/contoh-jurnal-sistem-informasi-sekoalh.html
Tujuan Penelitian        : Tugas 2 Bahasa Indonesia pada Universitas Gunadarma
     1.    PEMBAHASAN
a.    Judul
Judul dari artikel jurnal adalah “SISTEM INFORMASI SEKOLAH BERBASIS WEB” judul tersebut kurang jelas, apakah sistem informasi suatu sekolah yang berbasiskan web atau sistem informasi sekolah online yang berbasiskan web dan kurang menjelaskan isi dari kesuluruhan jurnal. Lalu dalam judul ini tidak memuat tahun pada saat penelitian ini dilakukan.

b.    Gaya Penulisan

Sistematika cukup tersusun dengan baik dan jelas mulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak, pendahuluan, gambaran program yang diteliti, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, terdapat kata kunci (keyword) dalam penelitian. Akan tetapi, masih adanya kesalahan penulisan (typo) dan penggunaan tanda baca yang kurang tepat.

c.     Abstrak
Penjelasan dalam abstrak tidak di paparkan secara jelas, bahwa jurnal ini membahas tentang sistem informasi suatu sekolah berbasis web, yang dibahas dalam abstrak tersebut justru malah suatu Sistem Informasi Penjaminan Mutu Sumber Daya Manusia(SDM). Format penulisan cukup baik, tetapi masih terdapat tanda baca yang jarang digunakan, sehingga menyebabkan kalimat sulit dipahami.
d.    Tujuan
Tujuan penelitian sudah cukup jelas, walaupun ada point yang kurang berkaitan dengan isi dari jurnal.
e.    Ide / Isu
Ide / isu pada jurnal sudah cukup relevan dan penting. Artinya, pada suatu sekolah memang dibutuhkan suatu sistem informasi untuk meningkatan mutu dan kualitas dan serta sebagai sarana untuk mempermudah pengguna dalam berbagai macam aspek.
f.      Desain dan Metode Penelitian
Metode penelitian cukup sesuai dengan tujuan dari penelitian, akan tetapi masih ada beberapa point yang belom di bahas pada metode penelitian, seperti tahap perancangan, desain, dll.
g.    Tinjauan Pustaka
Didalam bagian ini penulis menyebutkan bahwa Sistem Informasi adalah cara yang terorganisir untuk mengumpulkan, memasukan, dan memroses data dan menyimpannya, mengelola, mengontrol, dan melaporkannya sehingga dapat mendukung perusahaan atau organisasi untuk mencapai tujuan. Dan menyebutkan pula bahwa Sistem Informasi merupakan suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Namun penulis tidak menjelaskan secara jelas definisi sistem informasi sebagai suatu sistem yang saling berhubungan untuk menghasilkan informasi. Selain itu penulis juga tidak menuliskan definisi dari web serta hanya menyebutkan dan menjelaskan satu bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat sebuah web tersebut.
h.   Analisis dan Perencanaan
Didalam bagian ini penulis menjelaskan analisis kebutuhan dan perencanaan program dalam bentuk gambar dan tulisan.
Bagian analisis dan perencanaan dibagi menjadi 3 bahasan yaitu,
a.      Analisis Kebutuhan Fungsional
Pada bagian ini peneliti sudah cukup lengkap menyebutkan kebutuhan fungsi yang harus dibuat atau dimiliki program. Akan tetapi, tidak adanya gambar sebagai pendukung, guna memperjelas tulisan.
b.      Analisis Pengguna
Bagian ini menerangkan secara singkat dan jelas siapa saja pengguna sistem informasi tersebut. Akan tetapi, tidak adanya gambar sebagai pendukung guna memperjelas hal apa saja yang dapat di lakukan oleh tiap pengguna menjadi kekurangan dari jurnal tersebut.
c.      Perancangan Sistem
Pada bagian ini peneliti kurang menyebutkan dan menjelaskan perancangan pada sistem yang akan dibuat. Contoh nya seperti ER Diagram, peneliti hanya menunjukan gambar ER Diagram yang tidak tampil, dan tidak di ikuti dengan penjelasan diagram tersebut. Tidak adanya penjelasan atau gambaran alur perancangan dari sistem tersebut, seperti Flowchart fungsi dari sistem, dll.
i.      Konsistensi Logis
Jurnal atau Laporan Penelitian telah mengikuti langkah-langkah yang seharusnya yaitu : dimulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak, pendahuluan, pembahasan, dan kesimpulan.
j.      Keterangan Penutup atau Kesimpulan
Kesimpulan disampaikan secara ringkas, jelas dan padat. Kesimpulan membahas kembali bahwa pentingnya sebuah rancangan pada sebuah sekolah yang mengacu pada pengembangan sistem informasi sekolah. Dan juga, bahwa Dengan terbentuknya system ini, semakin mudah untuk menginformasikan segala sesuatu dari sekolah kepada siswa dan para guru semakin mudah dan ekonomis dan sangat kompleks, hasil rancangan tersebut juga dapat diterapkan pada sekolah – sekolah lainnya dan pada organisasi – organisasi yang lain yang memerlukan system tersebut.

2.  CATATAN

      Pada dasarnya jurnal ini telah menjabarkan dan menjelaskan secara jelas dan informatif, namun cara penyampaiannya sedikit membingungkan bagi para pembaca awam yang membaca jurnal ini. Dalam penyampaiannya pun tidak disertai dengan catatan kaki dan gambar yang mana dapat membantu pembaca dalam menganalisa ataupun memahami isi dari jurnal ini. Sebagai penutup, meskipun ditemukan berbagai kekurangan dan kelebihan dalam penelitian tersebut, namun penelitian tersebut telah memberikan kontribusi positif pada kemajuan dan pengembangan sistem pada suatu sekolah yang belum terkomputerisasi.

 

      Dan sebagai saran, ada baiknya memilih judul yang jelas dan sedikitnya dapat menjelaskan apa isi dari jurnal sehingga pembaca dapat sedikit mengerti tentang apa yang akan di bahas di dalam jurnal, lengkapi isi jurnal dan masukan gambar atau tabel pada bagian penjelasan.

Sunday, November 1, 2015

Sistem Informasi Pengorganisiran Kepemilikan Kendaraan Bermotor Berjangka Waktu


1.     Latar Belakang 
Di masa saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah semakin maju. Diantaranya adalah perkembangan dunia transportasi di perkotaaan. Namun seiring dengan kemajuannya ternyata muncul berbagai masalah yang mungkin tak terduga sebelumnya. Masalah yang marak terjadi saat ini adalah masalah kemacetan lalu lintas yang telah meresahkan bagi para penggunan jalan raya.

Masalah kemacetan transportasi lalu lintas memang sering kali terjadi di daerah-daerah perkotaan yang ada di Indonesia. Hal itu terjadi karena konsentrasi kendaraan banyak menumpuk diarea perkotaan. Sehingga tidak heran bila area perkotaan sering terjadi kemacetan karena kepadatan lalu lintas. Saat ini  kemacetan lalu lintas di perkotaan sudah semakin parah. Seiring dengan berjalannya waktu kondisi kemacetan yang terjadi di daerah perkotaan tidak semakin membaik, namun semakin memburuk.

Hal itu terjadi karena jumlah kendaraan selalu bertambah dan tidak adanya pembatasan, baik dalam lama waktu kepemilikan atau jumlah kepemilikan atas kendaraan bermotor tersebut. Apalagi saat ini, memiliki kendaraan bermotor tergolong cukup mudah. Karena banyaknya tawaran-tawaran kendaraan bermotor lama dengan harga yang cukup terjangkau, maka pengguna kendaraan bermotor akan meningkat pesat. Sehingga hal itu akan menjadi salah satu faktor penyebab kemacetan lalu lintas. Ada banyak kerugian yang akan ditimbulkan bila terjadi kemacetan di jalan raya. Salah satunya adalah bahan bakar yang harus terbuang sia-sia di jalan raya.

Kendaraan yang berjalan pelan akan menghabiskan banyak bahan bakar sia-sia. Selain dengan adanya kerugian bahan bakar yang terbuang sia-sia juga akan ada kerugian waktu. Waktu yang terbuang sia-sia di jalan raya akan menurunkan tingkat produktifitas manusia, dan dampaknya akan mengganggu aktivitas ekonomi yang ada dalam suatu negara.

Berdasarkan dari permasalahan tersebut, penulis berkeinginan atau memiliki sebuah gagasan untuk membangun sebuah sistem baru beserta sistem informasi yang berbasiskan web untuk mengaturnya. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi angka kemacetan serta mempermudah pemerintah dalam pengorganisiran kendaraan bermotor disuatu kota.
2.     Rumusan Masalah
Kemacetan lalu lintas merupakan masalah serius yang harus segera diatasi. Masalah yang akan dikaji dalam makalah ini adalah :
a. Bagaimana cara mengatasi masalah kemacetan tranportasi lalu lintas yang berupa kepadatan kendaraan bermotor di perkotaan?
b. Bagaimana cara membantu dan mempermudah pemerintah dalam pengorganisiran kendaraan bermotor di Indonesia?
3.     Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan paper ini adalah :
a.  Membangun suatu sistem baru berupa pemberian batas waktu kepemilikan suatu kendaraan bermotor di perkotaan.
b. Membangun suatu sistem informasi berbasis web yang dapat membantu proses pengorganisiran kendaraan bermotor di Indonesia.
4.     Pembahasan  
Dalam bagian pembahasan ini akan dibahas mengenai sebab-sebab terjadinya kemacetan transportasi lalu lintas yang ada diwilayah perkotaan akibat kepadatan kendaraan bermotor. Selain itu, menyelidiki tentang bagaimana cara untuk mengatasi kemacetan transportasi lalu lintas akibat padatnya kendaraan bermotor juga perlu dilakukan untuk menemukan solusi atas kemacetan transportasi lalu lintas yang terjadi di wilayah perkotaan karna faktor tersebut.
4.1.     Sebab-Sebab Padatnya Kendaraan Bermotor
Kemacetan transportasi lalu lintas merupakan suatu masalah yang sering terjadi di wilayah perkotaan. Salah satu faktor yang menjadi penyebab mengapa kemacetan transportasi lalu lintas itu bisa terjadi adalah padat dan tidak terkendalinya kendaraan bermotor dijalan. Adapun sebab-sebab padatnya kendaraan bermotor di perkotaan antara lain :
1.      Adanya jumlah kendaraan yang melebihi kapasitas jalan. Hal ini sering kali menjadi masalah yang ada di wilayah perkotaan. Kemacetan lalu lintas terjadi karena di kota sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Sehingga tidak heran bila kapasitas jalan yang ada di kota tidak bisa menampung semua kendaraan yang ada. Sehingga kemacetan pun tak bisa dihindari.
2.      Beralihnya masyarakat dari menggunakan transportasi umum ke transportasi pribadi. Adanya peralihan masyarakat dari menggunakan transportasi umum ke transportasi pribadi telah memberikan permasalahan baru bagi dunia lalu lintas. Mengapa hal itu terjadi, ada banyak faktor yang menyebabkan masyarakat lebih memilih menggunakan trasportasi pribadi. Diantaranya adalah karena menggunakan kendaraan pribadi dirasa lebih cepat dan murah. Kendaraan pribadi juga lebih mudah untuk menjangkau daerah tujuan dan Kendaraan pribadi saat ini dapat di miliki oleh siapapun dengan mudah. Namun demikian, ketika semua orang berusaha untuk beralih menggunakan transportasi pribadi. Tidak salah jika jalan-jalan yang ada saat ini menjadi padat dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan pribadi.
3.      Mudahnya memiliki suatu kendaraan bermotor. Harga kendaraan bermotor dimulai dari sekala rendah hingga sekala besar (harga), biasanya untuk kendaraan bermotor bertipe lama memiliki harga kendaraan yang cukup murah. Lalu, seseorang dapat memiliki kendaraan bermotor dalam waktu yang lama, sebagai contoh, motor honda keluaran tahun 1990 masih dapat di miliki dan digunakan oleh seseorang. Oleh karena itu, memiliki suatu kendaraan bermotor relatif mudah di Indonesia dan bersifat tanpa batas waktu kepemilikan, terkhususnya di daerah perkotaan. Hal tersebut menyebabkan volume kendaraan menumpuk, dan menjadi salah satu sebab padatnya kendaraan bermotor di daerah perkotaan.

4.2.     Dampak Negatif Kemacetan lalu lintas di  Perkotaan

Masalah kemacetan lalu lintas diperkotaan telah banyak memberikan kerugian bagi berjalannya roda ekonomi suatu negara. Tak jarang masalah-masalah kemacetan ini selalu menjadi masalah yang menyulitkan pemerintah dalam suatu negara untuk membuat kebijakan mengenai lalu lintas. Ada beberapa macam dampak atau akibat yang ditimbulkan dari kemacetan transportasi lalu lintas, diantaranya yaitu :
1. Pemborosan bahan bakar kendaraan. Hal demikian dapat terjadi karena kendaraan yang berjalan pelan akan menyita banyak waktu dan energi.
2. Jalanan yang macet juga mudah menimbulkan polusi udara, karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal.
3. Akan mengganggu aktivitas ekonomi suatu perusahaan, misalnya aktivitas pengiriman barang.
4. Menggangu kendaraan Darurat. Seperti : Ambulan dan Pemadam Kebakaran pada saat waktu yang genting.
Masih ada banyak kerugian yang ditimbulkan dengan adanya kemacetan transportasi lalu lintas ini. Bahkan, ekonomi suatu negara bisa menjadi lumpuh gara-gara masalah kemacetan lalu lintas ini.

4.3.     Sistem Usulan Untuk Menanggulangi Kemacetan Transportasi Lalu Lintas

Segala upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah sebenarnya untuk mengurangi volume kendaraan yang ada dijalan raya. Namun apa daya karena jumlah kendaraan yang tiap hari tidak semakin berkurang membuat masalah kemacetan lalu lintas semakin sulit untuk diatasi. Oleh karena itu, penulis memberikan sebuah sistem usulan di bantu dengan sebuah sistem informasi untuk pengorganisiran kendaraan bermotor di daerah perkotaan, Berikut penjelasan sistem usulan tersebut : 
  • Sistem untuk membatasi lama kepemilikan kendaraan pribadi. Hal ini menjadi perlu dilakukan karena penyebab kemacetan adalah adanya banyak kendaraan pribadi yang menumpuk. Hal ini dikarenakan mudahnya orang memperoleh kendaraan pribadi. Jika sistem untuk membatasi waktu kepemilikan kendaraan pribadi ini dapat diterapkan, maka ini akan dapat menekan angka kemacetan transportasi lalu lintas di jalan raya.
  • Pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi melalui lama kepemilikan suatu kendaraan berdasarkan jenis kendaraan (dalam tahun). Misal, untuk kepemilikan sepeda motor di batasi maksimal 7 tahun dari tahun motor tersebut diproduksi, setelah itu motor tersebut harus di kembalikan kepada pemerintah untuk diproduksi ulang. Hal tersebut diterapkan untuk setiap kendaraan bermotor yang di miliki oleh seseorang.
  • Pemerintah menjembatani antara perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang kendaraan bermotor dengan pengguna atau masyarakat. Sehingga, pembelian kendaraan bermotor lebih terkendali.
  • Membuat sistem informasi untuk pengorganisiran kendaraan bermotor berjangka waktu. Pembuatan sistem informasi tersebut bertujuan untuk membantu atau mempermudah pemerintah dalam pengorganisiran, sehingga pengorganisiran kendaraan bermotor lebih mudah dan bebas dari kesalahan. Sistem informasi tersebut mencatat data transaksi lengkap dan menentukan lama kendaraan bermotor dapat dimiliki berdasarkan sistem yang berlaku. Seorang admin (dari pemerintah) bertugas dalam mengelola sistem informasi tersebut. Sistem informasi tersebut dapat memberikan informasi kepada seseorang yang terdaftar dalam pembelian kendaraan bermotor,berupa lama kepemilikan suatu kendaraan bermotor. Dan tiap perusahaan yang menjual kendaraan bermotor harus menginputkan data pembeli dan unit yang di belinya kedalam sistem informasi.
 5.     Kesimpulan
Kemacetan trasportasi lalu lintas merupakan masalah yang semakin lama semakin kompleks di wilayah perkotaan. Salah satu faktor penyebab kemacetan tersebut adalah karena jumlah kendaraan yang beredar di jalan raya semakin bertambah setiap tahunnya, dalam hal ini jumlah kendaraan yang bertambah tidak terkontrol dan tidak di imbangin dengan berkurangnya suatu kepemilikan suatu kendaraan. Banyak cara yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi masalah kemacetan lalu lintas ini. Diantanya adalah dengan mengeluarkan kebijakan pembatasan kendaraan pribadi. Namun hal ini tidak juga mampu mengatasi masalah kemacetan lalu lintas. Oleh karena itu, sistem usulan ini bertujuan untuk dapat menanggulangi masalah kemacetan ini.