Sunday, January 18, 2015

Tugas 3 ISD (9 Desember 2014)

PENGERTIAN PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

Pengertian Pelapisan Sosial
Pelapisan Sosial dapat berarti pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat di antaranya ada kelas sosial tinggi, sedang, dan rendah.
Pelapisan Sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang.

Terjadinya Pelapisan Sosial
Proses ini berjalan sesuai dengan perumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu di bentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Pengakuan-pengakuan terhadap kekuasaan dan wewenang tumbuh dengan sendirinya. Sistem pelapisan yang disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Didalam sistem pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaan ini maka didalam organisasi itu terdapat keteraturan sehingga jelas bagi setiap orang di tempat mana letaknya kekuasaan dan wewenang yang di miliki dan dalam suatu organisasi baik secara vertikal maupun secara horizontal. Sistem pelapisan yang dibentuk dengan sengaja ini dapat kita lihat, misalnya didalam organisasi pemerintahan, organisasi partai politik, perusahaan besar, perkumpulan-perkumpulan resmi, dll.

Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem, ialah :
  • Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sarna dalam kedudukan yang sederajat, misalnya didalam organisasi perkantoran ada kerja sama anatara kepala-kepala seksi dan lain-lain.
  • Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertikal).

Perbedaan Sistem Pelapisan Menurut Sifatnya
Menurut sifatnya, maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :
  • Sistem Pelapisan Masyarakat yang Tertutup, didalam sistem ini permindahan anggota masyarakat ke lapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. Didalam sistem yang demikian itu satu-satunya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Sistem pelapisan tertutup kita temui misalnya di india yang masyarakatnya mengenal sistem kasta.
  • Sistem Pelapisan Masyarakat yang Terbuka, Didalm sistem yang demikian ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada dibawahnya atau naik ke lapisan yang di atasnya. Sistem yang demikian ini dapat kita temukan misalnya didalam masyarakat di Indonesia sekarang ini. Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan bila ada kesempatan dan kemampuan untuk itu.

Beberapa Teori Tentang Pelapisan Sosial
Aristoteles, mengatakan bahwa didalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsur, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengah nya. Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA, menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai oleh nya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
Vilfredo Pareto, menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu, yaitu Golongan Elite dan Golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecapakan, watak, keahlian, dan kapasitas yang berbeda-beda.


Pengertian Kesamaan Derajat
Sifat perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal balik,  artinya orang seorang itu sebagai anggota masyarakat, mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara. Beberapa hak dan kewajiban asasi. Untuk dapat melaksanakan hak dan kewajiban ini dengan bebas dari rasa takut perlu adanya jaminan, dan yang mampu memberi jaminan ini adalah pemerintah yang kuat dan berwibawa.

Didalam susunan negara modern hak-hak dan kebebasan-kebebasan asasi manusia itu dilindungi oleh Undang-undang dan menjadi hukum positif. Undang-undang tersebut berlaku saran pada setiap orang tanpa kecualinya dalam arti semua orang mempunyai kesamaan derajat dan ini dijamin oleh undang-undang. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sektor kehidupan. Hak inilah yang banyak dikenal dengan Hak Asasi Manusia.

Pasal-Pasal dalam UUD 1945 dan Pokok-Pokok Tentang Persamaan Hak
Pasal-pasal UUD 1945 tentang Persamaan Hak :
Pembukaan dan batang tubuh UUD 1945

     1. Pembukaan UUD 1945

Hak asasi manusia tercantum dalam pembukaan UUD 1945 :

Alenia I : "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan."
Alenia IV : "Pemerintah Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan Bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial."

       2. Batang Tubuh UUD 1945

Secara garis besar, hak-hak asasi manusia tercantum dalam pasal 27 sampai 34 dapat di kelompokan menjadi :

    Hak dalam Bidang Politik (pasal 27 (1) dan 28)
    Hak dalam Bidang Ekonomi (pasal 27 (2), 33, 34)
    Hak dalam Bidang Sosial Budaya (pasal 29, 31, 32)
    Hak dalam Bidang Hankam (pasal 27 (3) dan 30).

Berdasarkan amandemen UUD 1945, hak asasi manusia tercantum dalam Bab X A Pasal 28 A sampai dengan 28 J.

Pengertian Elite dan Massa
Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak diikut sertakan.Dalam pengertian umum Elite menunjukan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi Elite adalah sekelompok orang terkemuka dibidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.

Istilah Massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokan kolektif lain yang elementer dan spotnan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tetapi yang secara fundamental berbeda dengan adanya hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperanserta dalam perilaku misalnya seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, mereka yang menyebar diberbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai dibertakan dalam pers atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas.

Fungsi Elite Dalam Memegang Strategi

Pembedaan Elite dalam memegang strategi secara garis besar adalah :
  • Elite Politik (Elite yang berkuasa dalam mencapai tujuan).
  • Elite Ekonomi, Militer, Diplomatik, dan Cendekiawan (mereka yang berkuasa atau mempunyai pengaruh dalam bidang itu).
  • Elite Agama, Filsuf, Pendidikan, dan Pemuka Masyarakat.
  • Elite yang dapat memberikan kebutuhan Psikologis, seperti : Artis, Penulis, Tokoh film, Olahragawan dan tokoh hiburan dan sebagainya.
  • Elite dari segala elite dapatlah menjalankan fungsinya dengan mengajak para elite pemegang strategi di tiap bidangnya untuk bekerja sebaik-baiknya. Kecuali itu dimanapun juga para elite pemegang strategi tersebut memiliki prinsip yang sama dalam menjalankan fungsi pokok maupun fungsi yang lainnya, seperti memberikan contoh tingkah laku yang baik kepada masyarakat, mengkoordinir serta menciptakan yang harmonis dalam berbagai kegiatan, fungsi pertahanan dan keamanan, meredakan konflik sosial maupun fisik dan dapat melindungi masyarakat terhadap bahaya dari luar.
Ciri-ciri Massa
Keanggotaan berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi :
  • Orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai masa misalnya orang-orang yang sedang mengikuti peradilan tentang pembunuhan misalnya melalui pers.
  • Massa merupakan kelompok yang Anonym, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonim. Sedikit interaksi atau bertukar pengalaman antar anggota-anggotanya.

PENGERTIAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN

Pengertian Masyarakat
     Masyarakat dalam arti luas merupakan keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak di batasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Masyarakat dalam arti sempit yaitu sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu misalnya teritorial, bangsa, golongan, dsb.
     Dari definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa masyarakat harus mempunyai syarat-syarat seperti :
  1. Harus ada pengumpulan manusia
  2. Telah bertempat tinggal dalam waktu lama disuatu daerah tertentu
  3. Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama
     Dipandang dari cara terbentuknya, masyarakat dapat dibagi dalam :
  1. Masyarakat Paksaan, seperti : Negara, tawanan
  2. Masyarakat Merdeka
  3. Masyarakat Natur, masyarakat yang terjadi dengan sendirinya seperti gerombolan (horde), suku (stam) yang bertalian karena hubungan darah
  4. Masyarakat Kultur, masyarakat yang terjadi karena kepentingan keduniaan atau kepercayaan, contoh koperasi, kongsi perekonomian, gereja, dsb.
 
Pengertian Masyarakat Perkotaan
     Masyarakat perkotaan sering disebut juga sebagai urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupan serta ciri-ciri kehidupan yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota, yaitu :
  1. Kehidupan keagamaan kurang apabila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di pedesaan
  2. Pada umumnya, orang kota mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain
  3. Kehidupan keluarga dikota sukar untuk disatukan karena perbedaan kepentingan, agama, paham politik, dsb
  4. Pembagian kerja dalam masyarakat kota jauh lebih tegas dan mempunyai batas-batas nyata
  5. Kemungkinan mendapatkan pekerjaan lebih banyak diperoleh
  6. Jalan pikiran yang rasional, menyebabkan interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada kepentingan dari pada faktor pribadi
  7. Jalan kehidupan yang cepat di kota menyebabkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota
  8. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata sebab kota lebih terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
Perbedaan Desa dengan Kota
     Dalam menentukan suatu masyarakat sebagai kota atau desa dapat dilihat dari ciri-cirinya, seperti :
  1. Jumlah kepadatan penduduk, kota memiliki penduduk y ang lebih banyak dari pada desa
  2. Lingkungan hidup dipedesaan terasa lebih dekat dengan alam bebas, lingkungan perkotaan sebagian besar dilapisi beton dan aspal
  3. Mata pencaharian masyarakat desa berada pada sektor ekonomi primer yaitu bidang agraris, sedangkan kota sektor ekonomi sekunder yaitu industri dan ekonomi tersier yaitu bidang pelayanan jasa
  4. Corak kehidupan sosial di desa masih homogen, sebaliknya di kota sangat heterogen karena di sana saling bertemu suku bangsa, agama, kelompok dan masing-masing memiliki kepentingan berlainan
  5. Stratifikasi sosial di kota jauh lebih komplek dibanding desa.
Hubungan Desa dan Kota
     Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali, karena terdapat hubungan erat yang bersifat ketergantungan. Kota tergantung dengan desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan dan desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota. 
     Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang diperlukan oleh orang desa seperti pakaian, alat, dan obat pembasmi hama pertanian, obat untuk memelihara kesehatan, alat transportasi, tenaga-tenaga dibidang jasa.
 
Aspek Positif dan Negatif
     Untuk menunjang aktivitas serta memberikan suasana aman, tentram, nyaman bagi warganya, kota diharuskan menyediakan fasilitas kehidupan dan mengatasi berbagai masalah yang timbul sebagai akibat warganya.
     Suatu lingkungan perkotaan seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :
  1. Memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
  2. Penyempurnaan yaitu merupakan bagian penting bagi kota, termasuk fasilitas keagamaan, perkuburan kota, fasilitas pendidikan dan kesehatan, jaringan utilitas/keperluan umum
  3. Wisma, mengembangkan daerah perumahan sesuai dengan pertambahan penduduk serta memperbaiki lingkungan perumahan yang telah ada
  4. Karya, penyediaan lapangan kerja. Dapat dilakukan dengan penyediaan ruang untuk kegiatan perindustrian, perdagangan, pelabuhan, terminal serta kegiatan lain
  5. Marga, Unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lain dalam kota atau dengan kota-kota daerah lainnya. Dalam unsur ini termasuk :
  • Pengembangan jaringan jalan dan fasilitasnya (terminal, parkir, dll)
  • Pengembangan jaringan telekomunikasi sebagai bagian dari sistem transportasi dan komunikasi data.
     Kelima unsur pokok ini merupakan pola pokok dari komponen-komponen perkotaan yang kuantitasnya dan kualitas nya kemudian di rinci dalam perencanaan suatu kota. Kebijaksanaan perencanaan dan pengembangan kota harus dapat dalam kerangka pendekatan yang luas yaitu pendekatan regional. Rumusan pengembangan kota seperti itu tergambar dalam pendekatan penanganan masalah kota sebagai berikut :
  1. Menekan angka kelahiran
  2. Mengalihkan pusar pembangunan pabrik atau industri ke pinggir kota
  3. Membendung urbanisasi
  4. Membangun kota satelit
  5. Meningkatkan fungsi dan peranan kota-kota kecil atau desa-desa yang telah ada disekitar kota besar
  6. Transmigrasi bagi warga yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan.
 Masyarakat Pedesaan
     Menurut Sutarjo Kartohadikusuma adalah satu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri. Menurut Bintarto, desa merupakan perwujudan kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan cultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
     Secara umum, yang menjadi ciri-ciri masyarakat pedesaan antara lain :
  1. Antara warga mempunyai hubungan mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat di luar batas-batas wilayahnya
  2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan (Gemeinscharft atau paguyuban)
  3. Sebagian warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian, pekerjaan yang bukan pertanian merupakan pekerjaan part time sebagai pengisi waktu luang
  4. Masyarakat homogen seperti dalam mata pencaharian, agama, adat istiadat, dsb.
Kegiatan pada Masyarakat Pedesaan
     Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian  yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi, masyarakat pedesaan bukan masyarakat yang senang diam tanpa aktivitas. Pada umumnya, masyarakat desa sudah bekerja dengan keras tetapi para ahli lebih memberikan perangsang yang dapat menarik aktivitas masyarakat pedesaan, dan menjaga agar cara dan irama bekerja bisa efektif dan efisien serta kontinyu (diusahakan mengisi waktu-waktu kosong bekerja karena keadaan musim/iklim di Indonesia).
 
Sifat dan Hakikat Masyarakat Pedesaan
     Masyarakat desa yang agraris di pandang sebagai masyarakat yang tenang, hal itu terjadi karena sifat keguyuban/gemeinscharft sehingga oleh seorang kota di anggap sebagai tempat untuk melepaskan lelah.
    Tetapi dalam masyarakat desa terdapat pula perbedaan pendapat atau paham yang menyebabkan ketegangan sosial, yaitu :
  1. Konflik/Pertengkaran, pertengkaran biasanya berkisar masalah sehari-hari atau rumah tangga juga pada masalah kedudukan dan gengsi
  2. Kontroversi/Pertandingan, disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan atau adat istiadat, psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna atau black magic
  3. Kompetisi/Persaingan, dapat bersifat positif maupun negatif. Positif apabila wujudnya saling meningkatkan prestasi dan produksi, negatif bila berhenti pada sifat iri.
Sistem Budaya Petani Indonesia
     Sistem nilai budaya petani Indonesia antara lain sebagai berikut :
  1. Petani Indonesia terutama di Jawa menganggap kehidupan adalah hal yang buruk dan kesengsaraan sehingga mereka berlaku prihatin dan berusaha ikhtiar
  2. Mereka beranggapan bahwa orang bekerja untuk hidup dan kadang-kadang mencapai kedudukan
  3. Mereka beorientasi pada masa sekarang, kurang memperdulikan masa depan
  4. Mereka menganggap alam tidak menakutkan, bila ada bencana hanya merupakan sesuatu yang wajib diterima.
  5. Untuk menghadapi alam mereka cukup dengan bergotong-royong. Mereka sadar bahwa dalam hidup meraka hakikatnya tergantung pada sesama.
Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
     Masyarakat pedesaan kehidupannya berbeda dengan masyarakat perkotaan. Perbedaan-perbedaan ini disebabkan adanya perbedaan yang mendasar dari keadaan lingkungan, yang mengakibatkan adanya dampak terhadapat personalitas dan segi-segi kehidupan. Untuk menjelaskan perbedaan atau ciri dari kedua masyarakat tersebut dapat ditelusuri dalam hal sebagai berikut :
  1. Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam, masyarakat pedesaan berhubungan kuat dengan alam, disebabkan oleh lokasi geografisnya di daerah desa. Mereka sulit "Mengontrol" kenyataan alam yang di hadapinya, padahal bagi petani tealitas alam ini sangat vital dalam menunjang kehidupannya
  2. Pekerjaan atau Mata Pencaharian, pada umumnya mata pencaharian daerah pedesaan adalah bertani. Mata pencaharian berdagang merupakan mata pencaharian sekunder. Sedangkan di masyarakat kota mata pencaharian cenderung menjadi terspesialis dan spesialisasi itu sendiri dapat di kembangkan
  3. Ukuran Komunitas, komunitas pedesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan
  4. Kepadatan Penduduk, penduduk desa kepadatannya lebih rendah dibandingkan dengan kepadatan penduduk perkotaan
  5. Homogenitas dan Heterogenitas, homogenitas atau persamaan dalam ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat istiadat, dan perilaku sering nampak pada masyarakat pedesaan bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan
  6. Deferensiasi Sosial, Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yang tinggi di dalam diferensiasi sosial. Kenyataan ini bertentangan dengan bagian-bagian kehidupan di masyarakat pedesaan
  7. Pelapisan Sosial, ada beberapa perbedaan "Pelapisan Sosial Tak Resmi" antara masyarakat kota dengan desa, contoh nya : Pada masyarakat desa, kesenjangan (gap) antara kelas eksterm dalam piramida sosial tidak terlalu besar, sedangkan pada masyarakat kota antara kelas eksterm yang kaya dan miskin cukup besar
  8. Mobilitas Sosial, mobilitas sosial berkaitan dengan perpindahan atau pergerakan suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya, terjadinya peristiwa mobilitas sosial demikian disebabkan oleh penduduk kota yang heterogen.
  9. Interaksi Sosial, tipe interaksi sosial di kota dengan desa perbedaan nya sangat kontras, baik aspek kualitasnya maupun kuantitasnya 
  10. Pengawasan Sosial, tekanan sosial oleh masyarakat di pedesaan lebih kuat karena kontrak nya yang bersifat pribadi dan ramah tamah (informal). Di kota pengawasan sosial lebih bersifat formal, pribadi, kurang "Terkena" aturan yang di tegakan.

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT

Kepentingan
     Kepentingan merupakan dasar tingkah laku manusia untuk kebutuhan nya. Serta kepentingan juga sifatnya essential, maksut essential disini adalah jika manusia telah memenuhi kepentingannya maka ia akan merasa puas dengan sebaliknya.
      Oleh karena itu, tingkah laku merupakan kegiatan-kegiatan didalam masyarakat untuk merasa puas apa yang telah diselesaikan dari kepentingan itu sendiri. Kepentingan individu satu dengan yang lainnya tidaklah sama.
Apa saja perbedaan kepentingan itu, Diantaranya ialah :
  1. Kepentingan untuk memperoleh kasih sayang
  2. Kepentingan untuk memperoleh harga diri
  3. Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
  4. Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
  5. Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain
  6. Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan dalam 1 kelompoknya
  7. Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
  8. Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.
Perbedaan kepentingan itu sendiri dapat menyebabkan disorganisasi maupun disintegrasi yang menyebabkan masyarakat terbagi menjadi 2 kubu.
Pengertian Diskriminasi dan Ethnosentris
     Diskriminasi adalah suatu sikap yang merujuk menunjuk kaum yang lebih tinggi/tidak adil dalam pelaksanaannya. Sedangkan Ethnosentrisme/ethnosentris adalah sikap menilai unsur-unsur kebudayaan lain dengan kebudayaan sendiri dengan kata lain merupakan sikap yang menganggap cara hidup bangsanya sebagai cara hidup yang baik ataupun sebalik nya.
Pertentangan dan Ketegangan dalam Masyarakat
     Pertentangan dalam hal ini di artikan sebagai konflik (suatu proses sosial antara dua orang atau lebih yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya).
Faktor penyebab konflik sosial menurut soerjono soekanto, ialah :
  1. Perbedaan individu karena perasaan, pendirian, dan pendapat
  2. Bentrokan kepentingan baik ekonomi maupun politik
  3. Perubahan sosial dalam masyarakat.
Dampak yang ditimbulkan akibat konflik sosial, diantaranya :
  1. Memunculkan suatu kompromi baru apabila pihak yang berkonflik berada dalam kekuatan yang seimbang (positif)
  2. Perubahan kepribadian para individu (negatif)
  3. Sebagai sarana untuk mencapai titik keseimbangan antara kekuatan-kekuatan yang ada di dalam masyarakat (positif)
  4. Keretakan hubungan antar individu maupun kelompok
  5. Integrasi sosial dan nasional.
Pengertian Integrasi Sosial dan Nasional
     Integrasi sosial adaalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan.
     Pembicaraan mengenai integrasi sosial menunjuk pada tiga tingkat masyarakat yang meliputi :
  1. Tingkat Mikro (keluarga)
  2. Meso (kelompok sosial)
  3. Makro (masyarakat bangsa)
Faktor-faktor penentu Integrasi Sosial, diantaranya :
  1. Homogenitas kelompok
  2. Besar kecil nya kelompok
  3. Mobilitas geografis
  4. Efektivitas komunikasi
Faktor-faktor pendorong Integrasi Sosial, diantaranya :
  1. Faktor Internal, berupa : Kesadaran diri sebagai makhluk sosial, tuntutan kebutuhan, jiwa dan semangat gotong-royong.
  2. Faktor Eksternal, berupa : Tuntutan perkembangan zaman, persamaan kebudayaan, terbuka nya kesempatan.
Pengertian Integrasi Nasional
     Integrasi Nasional dijelaskan di atas berada tingkat yang paling atas yaitu makro (masyarakat bangsa).
     Menurut Hendropuspito, Integrasi Nasional atau Integrasisosial makro yaitu suatu kondisi kesatuan hidup bersama dari aneka satuan sistem sosial budaya, kelompok-kelompok etnis dan kemasyarakatan untuk berinteraksi dan bekerja sama berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma dasar bersama guna mewujudkan fungsi sosial budaya yang lebih maju tanpa mengorbankan ciri-ciri kebhinekaan yang ada.
 
 

ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN

 Pengertian Ilmu Pengetahuan
     Ilmu Pengetahuan adalah pengetahuan yang didasarkan atas fakta-fakta dimana kebenarannya di atur menurut suatu tingkah laku sistem.
     Untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan terdapat 4 hal sikap ilmiah, yaitu :
  1. Jujur
  2. Teliti
  3. Objektif
  4. Tekun
Pengertian Teknologi
     Teknologi adalah penggunaan pengetahuan ilmiah untuk meningkatkan cara melakukan suatu aktivitas.
     Ciri-ciri fenomena teknik, yaitu:
  1. Rasionalisme, yaitu : Teknik tindakan spontan yang di ubah menjadi teknik yang di rencanakan dengan perhitungan yang rasional
  2. Artifisialitas, yaitu : Selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
  3. Otomatisme, yaitu : Teknik yang mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi teknis
  4. Monisme, yaitu : Saling berinteraksi dan saling bergantung
  5. Universalisme, yaitu : Teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.
  6. Otonomi, yaitu : Teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Ciri-ciri teknologi barat :
  1. Selalu bergantung pada sifat ketegantungan
  2. Bersifat intensif bagi kegiatan manusia
  3. Selalu berpikir bahwa barat adalah pusat teknologi
  4. Berkembang mengikuti alur zaman.
Pengertian Nilai
     Nilai adalah makna, isi, satuan/harga yang tersurat maupun tersirat dalam fakta dan teori menjadi fungsional.
Pengertian Kemiskinan
     Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokoknya maupun sekunder dan tersier.
     Ciri-ciri manusia dibawah hidup garis kemiskinan:
  1. Tingkat pendidikan rendah
  2. Tidak memiliki modal yang banyak.harta (kekayaan) yang berlimpah
  3. Tidak punya keterampilan
  4. Dikota banyak dipekerjakan sebagai tenaga kerja kasar.
Fungsi kemiskinan :
  1. Menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan-pekerjaan kantor/tak terhormat sehingga dibayar murah
  2. Memperpanjang nilai guna barang/jasa, contoh : barang rongsokan kipas angin yang dijual kepada orang yang tidak mampu
  3. Mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang kaya, contoh : Petani beras yang dikampung di bayar murah serta tidak boleh memberikan harga terlalu tinggi, setelah beras itu sampai ke Jakarta, para orang kaya kota disubsidi yang menguntungkan baginya
  4. Kemiskinan menyediakan lapangan kerjaan, contoh : TKI, TKW, tukang kredit
  5. Memperteguh status sosial orang kaya, contoh : supir yang selalu membantu mengemudikan kendaraan majikan nya kemana ia pergi
  6. Bermanfaat jadi tumbal pembangunan, contoh : Pkl yang ditertibkan.
 

AGAMA DAN MASYARAKAT

Fungsi Agama dan Masyarakat
  1. Edukatif, agama memberikan dan pengajaran untuk menjadi lebih baik dari rohani dan jasmani melalu perantara kitab-kitabnya
  2. Fungsi Penyelamatan, bahwa setiap orang atau manusia ingin keselamatan baik di dunia maupun di akhirat dengan meminta doa kepada tuhannya agar diberi pengampunan
  3. Fungsi Pengawasan Sosial, salah satu fungsi dari pengawasan sosial agama adalah menjaga kaidah-kaidah yang ada dalam masyarakat dunia supaya moral tidak turun sesuai dengan perkembangan jaman
  4. Fungsi Memupuk Persaudaraan, ikatan persaudaraan seiman bukan hanya dia sendiri melainkan di libatkan semua untuk mencapai sesuatu yang tertinggi untuk di capainya (pahala dan surga)
  5. Fungsi Transformatif, mengubah bentuk suatu kehidupan baru dengan menanamkan nilai-nilai yang ada ataupun yang baru lebih bermanfaat.
     Agama sebagai petunjuk manusia untuk mengatasi diri dari ketidakberdayaannya dan agama di pandang sebagai mekanisme penyesuaian yang paling dasar terhadap unsur di atas. Masalah fungsi agama dapat dianalisa lebih mudak didalam komitmen agama.
 
Dimensi Komitmen Agama
Berikut dimensi komitmen agama menurut Rolland Robertson :
  1. Dimensi keyakinan mengandung perkiraan atau harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu
  2. Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan berbakti yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secara nyata
  3. Dimensi pengetahuan dikaitkan dengan perkiraan setiap seseorang tentang ajaran atau tradisi keagamaan mereka
  4. Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku seseorang
  5. Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, bahwa semua agama mempunyai perkiraan tertentu.
3 Tipe Pelembagaan Agama di Masyarakat
     Menurut Elizabeth K Nottingham agama memiliki 3 tipe hubungan dengan masyarakat, diantaranya :
  1. Masyarakat pedalaman
  2. Masyarakat semi industri
  3. Masyarakat industri sekunder (modern).
Berikut lembaga-lembaga agama yang ada di Indonesia :
  1. Islam : Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  2. Kristen : Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGO)
  3. Katolik : Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI)
  4. Hindu : Parisada Hindu Dhama Indonesia (PARISADA)
  5. Buddha : Majelis Buddhayana Indonesia (MBI)
  6. Konghucu : Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN).
Contoh Konflik yang ada di dalam Agama dan Masyarakat
     Kita tahu bahwa Indonesia memiliki suku, ras, buadaya yang begitu banyak dan kita tahu juga bahwa setiap suku rentan terhadap konflik atau pertentangan sosial. Dari segi agama pun juga sama meskipun kita mayoritas islam tetapi rentan terhadap konflik.
Berikut pembahasan 7 konflik yang ada kaitan nya agama dan masyarakat, diantaranya :
  1. Konflik Poso
  2. 5 Gereja yang di bakar 10.000 massa di Situbondo
  3. Perbedaan pendapat kelompok seperti FPI dan Muhammadiyah
  4. Penetapan Hari Raya Idul Fitri oleh masing-masing kelompoknya dapat berbeda
  5. Pemberlakuan syariat Islam di NAD masih ada yang belum setuju
  6. Kasus ISIS yang beredar di Indonesia
  7. Konflik Ahmadiyah.
Sumber :
  • http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab6  
  • http://tugasug.blogspot.com/2011/12/tugas-isd-pelapisan-sosial-dan-kesamaan.html 
  • http://mohammadandika.wordpress.com/2010/11/08/isd-6/ 
  • http://nisaniii.blogspot.com/2010/11/isd-bab-6pelapisan-sosial-dan-kesamaan.html 
  • https://adytiawan.wordpress.com/2012/11/11/ilmu-sosial-dasar-pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat/  
  • https://ediz11.wordpress.com/2011/11/19/ilmu-sosial-dasar-bab-vii/
  • http://abiyogaarinugroho.blogspot.com/2014/12/ 

No comments:

Post a Comment